PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Politeknik Caltex Riau (PCR) menerapkan hidroponik tenaga surya untuk lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Pekanbaru. Selain mengajari para guru-guru SLB, PCR juga akan memberikan hibah perlengkapan untuk hidroponik di lima SLB tersebut.
Hal ini terungkap dalam workshop instalasi sistem hidroponik tenaga surya untuk guru SLB di Pekanbaru dan Focus Group Discussion (FGD) Integrasi Sistem Hidproponik Tenaga Surya ke Mata Pelajaran Sains dan Hortikultura di kampus PCR, Jumat (22/5/2026).
Ketua Program Implementation of Solar PV-Powered Hydroponic Systems in Five Special Schools in Pekanbaru, Rizki Dian Rahayani ST MT PhD kepada Riaupos.co menjelaskan, program ini terselenggara berkat pendanaan internasional dari Manaaki New Zealand Scholarship 2026 melalui program New Zealand Alumni Community Project Grant.
Program ini berfokus pada penerapan sistem hidroponik berbasis energi surya di lima sekolah luar biasa di Pekanbaru, sebagai upaya menghadirkan solusi inovatif, berkelanjutan, serta mendukung pembelajaran dan kemandirian.
Baca Juga: Besok Sore, Hasil UTBK SNBT 2026 Resmi Diumumkan, Berikut Link Resmi dan Cara Download Sertifikatnya
''Kami berharap sekolah-sekolah bisa menerapkannya, apalagi hidroponik tenaga surya ini sangat cocok dan aman bagi siswa SLB,'' katanya.
Dijelaskannya, hidroponik tenaga surya ini sistem budidaya tanaman tanpa tanah yang memanfaatkan panel surya untuk menggerakkan pompa air dan sistem sirkulasi nutrisi. ''Ini merupakan solusi ramah lingkungan yang menekan biaya listrik bulanan dan cocok diterapkan di daerah perkotaan,'' sebut dosen Jurusan Teknologi Industri PCR yang akrab disapa Uki ini.
Menurut Uki, awalnya program ini akan diberlakukan awal Juni namun berhubung sekolah pada saat ini memasuki ujian, maka program ini dipercepat pelaksanaannya. ''Kita juga akan membuat video animasi sebagai pembelajaran bagaimana memanen energi untuk pertanian hidroponik,'' katanya.
Program ini turut melibatkan tim yang terdiri dari Noptin Harpawi ST MT, Wiwin Styorini ST MT, Furqon Andika SPd MT, Hamid Azwar ST MT, Yuli Triyani SST MEng.
Direktur PCR Dr Dadang Syarif Sihabudin Sahid SSi MSc mengatakan, diperolehnya program ini menjadi kebanggaan bagi PCR. Karena di Indonesia hanya lima yang mendapatkannya, salah satunya PCR karena salah satu dosen PCR merupakan alumni di sana.
''Mudah-mudahan kebermanfaatan ini berdampak bagi lingkungan kita dalam mewujudkan ketahanan pangan,'' ujar Dadang.
Dijelaskan Dadang, program ini menghadirkan solusi teknologi energi terbarukan dan pertanian perkotaan yang berkelanjutan khusus untuk edukasi di sekolah luar biasa.
Adapun lima SLB yang mendapat program hibah ini yakni SLB Pelita Hati, Sri Muzinab, Panam Mulia, Pendowo Limo dan Melati Rumbai. pilihnya lima SLB ini agar ada pemerataan dan keterwakilan di kecamatan.
''Kita juga ada program pengabdian masyarakat, jika program hibah ini berhasil maka nanti kita ajukan ke PCR agar semua sekolah bisa merasakan manfaat hidroponik tenaga surya ini,'' tutup Uki.(hen)