Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mengupas Tantangan dan Arah Kepemimpinan Rektor Masa Depan lewat Diskusi di Bawah Pohon Rindang Nan Teduh Tajaan IKA Fisip Unri

M Ali Nurman • Kamis, 11 Juni 2026 | 22:18 WIB
Diskusi Quo Vadis UNRI, Kupas Tantangan dan Arah Kepemimpinan Rektor Masa Depan digelar IKA FISIP Unri, Kamis (11/6/2026).(IKA FISIP UNRI UNTUK RIAUPOS.CO)
Diskusi Quo Vadis UNRI, Kupas Tantangan dan Arah Kepemimpinan Rektor Masa Depan digelar IKA FISIP Unri, Kamis (11/6/2026).(IKA FISIP UNRI UNTUK RIAUPOS.CO)

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana teduh di bawah pohon rindang dalam areal kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Kamis (11/6/2026), menjadi saksi lahirnya beragam gagasan dan pemikiran mengenai masa depan kampus terbesar di Provinsi Riau. 

Bertempat di Warung Kopi Rimba, diskusi yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menghadirkan alumni, akademisi, mahasiswa, hingga para bakal calon rektor dalam forum bertajuk "Quo Vadis UNRI: Tantangan Rektor Universitas Riau".

Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FISIP Universitas Riau itu menjadi ruang dialog terbuka menjelang proses pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026–2030.

Baca Juga: Mubeslub IKA FISIP Unri Putuskan Rahmat Gusra Gantikan Almarhum Morris Adidi

Tidak sekadar menjadi ajang diskusi biasa, forum tersebut dimanfaatkan untuk menghimpun berbagai pandangan, masukan, kritik, serta harapan terhadap arah pembangunan dan pengelolaan Universitas Riau pada masa mendatang.

Empat bakal calon rektor turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Prof Dr Iwantono MPhil, Prof Dr Elfizar SSI MKom, Prof Dr Nofrizal SPi MSi, dan Prof Ahmad Fadli ST MT PhD.

Kehadiran para kandidat memberikan nuansa tersendiri karena mereka dapat mendengarkan secara langsung berbagai pandangan yang disampaikan peserta mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Universitas Riau ke depan.

Baca Juga: Akhir Kisah Pelaku Perburuan Gajah Liar di Riau hingga Dijerat Pencucian Uang, Polisi Sita Uang serta Alat Berat hingga Mobil

Ketua Panitia, Zainuddin, menjelaskan bahwa konsep kegiatan sengaja dibuat berbeda dibandingkan forum akademik formal pada umumnya.

Menurutnya, suasana yang lebih santai dipilih agar diskusi berlangsung lebih cair dan memungkinkan setiap peserta menyampaikan pemikirannya secara terbuka.

"Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang egaliter. Dengan suasana yang lebih santai, ide-ide dan gagasan tentang masa depan Universitas Riau bisa berkembang secara lebih terbuka, jernih, dan konstruktif," ujarnya.

 

Diskusi tersebut menghadirkan Prof Dr Ashaluddin Jalil MS sebagai keynote speaker dan dipandu oleh Dr Rendi Prayuda MSi selaku moderator.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut memberikan pandangan dalam forum tersebut, di antaranya Prof Dr Ali Yusri MS, Ketua IKA FISIP UNRI Rahmad Gusra, serta Presiden BEM UNRI Muhammad Azhari.

Berbagai isu strategis menjadi topik pembahasan dalam diskusi itu. Mulai dari tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga tantangan yang dihadapi Universitas Riau dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga: Unri Wisuda 1.891 Wisudawan, Rektor: Jadilah Alumni yang Adaptif dan Inovatif dan Mampu Bersaing

Zainuddin menilai alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan almamater. Karena itu, menurutnya, proses pemilihan rektor tidak semata-mata menjadi agenda internal kampus, melainkan momentum penting dalam menentukan arah perkembangan Universitas Riau untuk beberapa tahun ke depan.

"Alumni tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi pemikiran. Rektor yang terpilih nantinya harus mampu membaca perubahan zaman, memahami tantangan global, sekaligus menjawab harapan sivitas akademika, alumni, dan masyarakat," katanya.

Ia berharap berbagai gagasan yang mengemuka dalam forum tersebut dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan bagi para calon rektor dalam menyusun visi, strategi, serta program kerja yang akan ditawarkan kepada sivitas akademika.

Baca Juga: IKA Fisip Unri Kirim Tim Relawan Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumbar

"Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berharga bagi para calon rektor dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan kampus dan perkembangan zaman," tambahnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UNRI yang diwakili Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Saiman Pakpahan MSi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif IKA FISIP UNRI yang dinilai mampu menghadirkan ruang intelektual yang sehat dan produktif menjelang pemilihan rektor.

Menurutnya, alumni merupakan mitra strategis kampus yang memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan institusi pendidikan tinggi.

 

"Fakultas sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi Universitas Riau saat ini. Forum seperti ini penting karena mampu menghadirkan berbagai sudut pandang dalam upaya membangun kampus," ujarnya.

Saiman menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk mendukung kandidat tertentu. Forum itu, kata dia, murni menjadi wadah pertukaran gagasan dan pemikiran mengenai masa depan Universitas Riau.

Di tengah dinamika pemilihan rektor yang mulai menghangat, diskusi yang berlangsung sederhana di salah satu sudut kampus tersebut justru menghadirkan pesan yang kuat.

Baca Juga: Copot Pejabat tanpa Asesmen, Ahli Sebut Abdul Wahid Menyalahgunaan Kekuasaan

Kemajuan Universitas Riau tidak hanya ditentukan oleh siapa yang nantinya terpilih sebagai rektor, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen kampus dalam menjaga tradisi dialog, keterbukaan, kolaborasi, serta budaya akademik yang sehat.

Melalui forum tersebut, para alumni, mahasiswa, akademisi, dan bakal calon pemimpin kampus duduk bersama berbagi gagasan dan harapan yang sama, yakni mewujudkan Universitas Riau yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pemikiran kritis, inovasi, dan peradaban yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, bahkan dunia.

"Kami meyakini ini merupakan forum intelektual yang membahas ide dan pemikiran. Bukan forum dukung-mendukung calon tertentu. Yang menjadi fokus pembahasan adalah bagaimana Universitas Riau dapat dikelola lebih baik, semakin maju, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Ekonomi Pekanbaru Tumbuh Sekitar 8 Persen pada Triwulan I 2026, Wako Agung: Hasil Kolaborasi dan Kerja Keras Bersama

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber. Pada kesempatan itu, Zainuddin turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk para peserta dan bakal calon Rektor Universitas Riau yang hadir dalam forum tersebut.(ali)

Editor : Eka G Putra
#quo vadis unri #tantangan rektor universitas riau #di bawah pohon rindang nan teduh #rektor unri #ika fisip unri