PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki fase akhir. Proses pendaftaran resmi ditutup Jumat (19/6) pukul 13.00 WIB. Seluruh sekolah mulai melaksanakan tahapan verifikasi berkas peserta hingga Sabtu (20/6) hari ini.
Tim Teknis SPMB Riau Jeffri Hunter menegaskan, seluruh proses pendaftaran melalui akun SPMB telah berakhir dan tidak ada lagi penambahan pembuatan akun maupun pemilihan sekolah. “Per tanggal 19 Juni pukul 13.00 WIB semuanya sudah clear. Proses pendaftaran sudah tutup semuanya,” ujar Jeffri, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya adalah verifikasi data dan dokumen peserta. “Mulai hari ini (kemarin, red) sampai 20 Juni pukul 13.00 WIB proses verifikasi di sekolah. Karena masih ada pendaftar yang masuk pada saat-saat terakhir sehingga harus diverifikasi. Sesuai petunjuk teknis, satu hari setelah penutupan pendaftaran dilakukan proses verifikasi,” jelasnya.
‘’Setelah proses verifikasi selesai, hasil seleksi akan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data terbaru, jumlah akun yang aktif dalam sistem SPMB mencapai 81.029 akun. Namun, jumlah peserta yang mendaftar tercatat sebanyak 79.350 calon siswa,’’ tambahnya.
Baca Juga: Pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri Riau Resmi Ditutup, Total Sebanyak 79.350 Calon Pendaftar
Dengan demikian terdapat 1.679 akun yang telah dibuat, namun tidak digunakan hingga batas akhir pendaftaran. Menurut Jeffri, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan akun tersebut tidak digunakan oleh calon peserta didik.
“Kemungkinan mereka sudah diterima di sekolah boarding, sekolah luar daerah, atau memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain sehingga akun yang sudah dibuat tidak digunakan,” terangnya.
Baca Juga: 19 Juni Pukul 13.00 WIB Sistem SPMB Riau Ditutup, Siswa Diminta Segera Pilih Sekolah
Data SPMB juga menunjukkan bahwa seluruh peserta yang mendaftar telah menggunakan kesempatan pilihan pertama sebanyak 79.350 calon siswa, 22.683 peserta memanfaatkan kesempatan memilih sekolah pada pilihan kedua. Sementara peserta yang menggunakan hingga kesempatan pilihan ketiga tercatat sebanyak 7.055 calon siswa.
Jeffri menegaskan, angka pada pilihan kedua dan ketiga bukanlah jumlah peserta baru, melainkan bagian dari peserta yang sebelumnya sudah terdaftar pada pilihan pertama. “Total jumlah pada kesempatan kedua itu merupakan pecahan dari pilihan pertama. Artinya mereka terdaftar terlebih dahulu pada kesempatan pertama, kemudian memanfaatkan pilihan berikutnya sesuai kesempatan yang tersedia,” jelasnya.(dof)
Editor : Bayu Saputra