Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Zero Putus Sekolah

M Ali Nurman • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:38 WIB
PENYANDANG DISABILITAS: Wako Pekanbaru Agung Nugroho menyalami dan berbincang dengan penyandang disabilitas dalam pelatihan yang digelar Pemko Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Penyandang disabilitas adalah salah satu penerima Beasiswa Pemko Pekanbaru. (JPG)
PENYANDANG DISABILITAS: Wako Pekanbaru Agung Nugroho menyalami dan berbincang dengan penyandang disabilitas dalam pelatihan yang digelar Pemko Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Penyandang disabilitas adalah salah satu penerima Beasiswa Pemko Pekanbaru. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmen kuat untuk mewujudkan zero anak putus sekolah di Kota Bertuah. Seluruh anak di Pekanbaru ditargetkan mendapatkan akses pendidikan yang layak, merata, dan berkelanjutan tanpa terkendala biaya maupun status sosial.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di daerahnya. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari perluasan akses sekolah gratis, pemberian beasiswa, peningkatan kualitas guru, hingga pengembalian anak putus sekolah ke bangku pendidikan formal.

Menurut Agung, pemerintah tidak ingin ada satu pun anak Pekanbaru yang tertinggal dari pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak yang benar-benar dapat diakses semua kalangan, tanpa pengecualian.

Baca Juga: Berkas Mulai Diverifikasi, Hasil Diumumkan Senin, Pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri Riau Ditutup

“Maka tidak boleh lagi anak-anak di Pekanbaru yang putus sekolah. Pekanbaru harus zero anak putus sekolah,” kata Wako Agung, Senin (22/6).

Komitmen tersebut, lanjutnya, juga diwujudkan melalui kerja sama dengan 23 sekolah swasta SMP di Kota Pekanbaru. Melalui program ini, anak-anak yang sebelumnya terkendala biaya dapat kembali bersekolah tanpa dipungut biaya SPP selama tiga tahun.

Baca Juga: Pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri Riau Resmi Ditutup, Total Sebanyak 79.350 Calon Pendaftar 

Adapun sekolah swasta yang terlibat di antaranya SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur, hingga SMP Tunas Karya, serta sejumlah sekolah swasta lainnya yang tersebar di Pekanbaru.

“Ini untuk mendukung pendidikan berkualitas bagi penerus Kota Pekanbaru,” ujar Agung.

Baca Juga: 19 Juni Pukul 13.00 WIB Sistem SPMB Riau Ditutup, Siswa Diminta Segera Pilih Sekolah

Selain memperluas akses pendidikan gratis, Pemko Pekan­baru juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk program beasiswa. Beasiswa ini menyasar pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk siswa sekolah negeri dan swasta, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Agung menegaskan bahwa program beasiswa tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, melainkan untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak Pekanbaru. Termasuk di dalamnya perhatian khusus bagi penyandang disabilitas dan santri penghafal Al-Qur’an.

“Ada berbagai macam beasiswa yang kita siapkan. Beberapa miliar di antaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, kemudian juga untuk anak-anak tahfiz Al-Quran dari 10 hingga 30 juz. Kita ingin mereka semua mendapatkan kesempatan yang sama,” jelasnya.

Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian pada pelajar berprestasi yang mendapat kesempatan kuliah ke luar ne­geri, namun terkendala biaya. Pemerintah turut menyiapkan dukungan termasuk kursus bahasa bagi mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke negara seperti Mesir atau Madinah.

Di sisi lain, peningkatan kuali­tas tenaga pendidik juga menjadi bagian penting.

“Tahun ini kami akan menguliahkan 100 guru PAUD untuk menjadi sarjana S1. Mereka diberikan beasiswa penuh selama dua tahun,” terang Agung.

Ia menargetkan ke depan seluruh guru PAUD di Pekanbaru minimal berpendidikan S1. Program percepatan ini dilakukan agar kualitas pendidikan dasar semakin meningkat sejak usia dini.

Pemko Pekanbaru juga fokus menekan angka anak putus sekolah. Berdasarkan pendataan terbaru, sebanyak 1.778 anak telah berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan setelah sebelumnya sempat berhenti sekolah.

Awalnya, data yang masuk hanya sekitar 300 anak. Namun setelah pendataan diperluas melalui kader Posyandu di 15 kecamatan, jumlahnya meningkat signifikan menjadi 1.778 anak. Seluruh anak tersebut kini telah kembali bersekolah di sekolah negeri, sekolah swasta kerja sama Pemko, maupun melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

“Pendataan masih terus berjalan. Kami ingin ke depan Pekanbaru benar-benar zero anak putus sekolah. Semua anak yang ingin kembali sekolah akan kita fasilitasi,” tegas Agung.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu yang telah membantu proses pendataan dan pendampingan anak-anak putus sekolah di lapangan. Menurutnya, peran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Sebagian besar kasus putus sekolah, lanjutnya, dipicu faktor ekonomi. Karena itu, Pemko turut menanggung biaya pendidikan serta menyalurkan anak-anak ke sekolah yang telah bekerja sama agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#anak putus sekolah #zero putus sekolah #agung nugroho #pekanbaru