Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masalah Klasik di Pelalawan saat SPMB: Daya Tampung Sekolah Tak Mampu Mengakomodir Siswa, Komisi I dan Disdikbud Cari Solusi serta Siapkan Posko

M Amin Amran • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB
Komisi I DPRD Pelalawan menggelar RDP bersama Dinas Pendididikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan serta SMA dan SMK di Kecamatan Pangkalan Kerinci untuk mencari solusi siswa tak tertampung di SPMB, Rabu (24/6/2026) di ruang rapat gedung DPRD Pelalawan.(M AMIN AMRAN/RIAUPOS.CO)
Komisi I DPRD Pelalawan menggelar RDP bersama Dinas Pendididikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan serta SMA dan SMK di Kecamatan Pangkalan Kerinci untuk mencari solusi siswa tak tertampung di SPMB, Rabu (24/6/2026) di ruang rapat gedung DPRD Pelalawan.(M AMIN AMRAN/RIAUPOS.CO)

 

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), menjadi permasalahan klasik yang terus diperdebatkan masyarakat di Ibukota Kabupaten Pelalawan (Kecamatan Pangkalan Kerinci,red), setiap tahunnya. 

Daya tampung sekolah yang tak mampu mengakomodir seluruh pendaftar, membuat banyak pelajar kebingungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akibat minimnya sarana pendidikan yang tersedia.

Khususnya sekolah negeri yang menjadi favorit orangtua siswa di Ibukota Negeri Seiya Sekata ini. Baik jenjang SMP hingga SMAN dan SMKN, akibat terbatasnya kuota di sekolah tersebut. 

Baca Juga: SPMB SMP Pekanbaru Ditutup Besok 25 Juni, Kuota Jalur Domisili Nyaris Penuh Ada 7.481 Pendaftar

Atas kondisi itu, Komisi I DPRD Pelalawan menggelar hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendididikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan serta SMA dan SMK di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (24/6/2026) di ruang rapat gedung DPRD Pelalawan. 

RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua I DPRD Pelalawan, Carles SSos berserta anggota, Rustam Sinaga, H Daramen, Ferly Azhari dan Rio Oktaviandra ini, dihadiri oleh Sekretaris Disdikbud Pelalawan, Fenjli Harmasni MPd bersama Kepala SMKN 1 Pangkalan Kerinci H Nasril, Kepala SMAN 1, Nurlela SPd, Kepala SMAN 2, Misnarti SPd dan Kepala SMAN Binsus Bernas, Tati Andriani SPd MM. 

Dalam penyampaiannya, Ketua Komisi I, Carles SSos mengatakan bahwa, tujuan RDP ini digelar untuk mencari solusi agar pelajar yang mendaftar di jenjang SMP Negeri hingga SMA Negeri dan SMK Negeri di Kecamatan Pangkalan Kerinci, dapat tertampung dan bersekolah.

Baca Juga: Pemkab Siak Bayarkan Gaji Ke-13 untuk ASN dan PPPK Penuh dan Paruh Waktu, Diharapkan Terjadi Perputaran Ekonomi

"Jadi, banyak masyarakat mengadu kepada kita di DPRD Pelalawan karena anak mereka tidak lolos atau gagal masuk di SMP Negeri, SMA Negeri maupun SMK Negeri yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Sehingga, kita menggelar RDP ini untuk meminta penjelasan dan solusi dari Disdikbud Pelalawan dan juga pihak sekolah," terang Carles kepada Riaupos.co, Rabu (24/6/2026) di gedung DPRD Pelalawan.

Dijelaskan mantan Ketua Komisi III DPRD Pelalawan ini bahwa, fenomena saat ini, banyak orangtua siswa yang masih mengidolakan anak mereka bisa masuk atau tertampung di sekolah favorit yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Seperti dijenjang SMP, ada dua sekolah yang menjadi dambaan para orangtua. Yakni SMPN Bernas dan SMPN 1. Sementara itu, untuk tingkat SMAN yakni SMAN 1 serta SMKN 1. 

 

Padahal, sambungnya, sejauh ini, masih cukup banyak sekolah lainnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang memiliki kuotanya mencukupi untuk menampung siswa. Seperti di jenjang SMP, masih ada SMPN 2, SMPN 3 dan SMPN. Sementara itu, khusus untuk tingkat SMAN, masih ada SMAN 2. Dan untuk SMK ada SMKN 1. 

"Jadi, mengapa banyak orangtua mengharapkan anak mereka bisa diterima di sekolah favorit. Hal ini karena para orangtua menilai sekolah lainnya tidak memiliki sarana atau fasilitas yang memadai. Sehingga minat orangtua cenderung minim.

"Untuk itu, melalui RDP ini, kami meminta agar Disdikbud Pelalawan dapat mempromosikan sekolah yang masih sepi peminat. Salah satunya melengkapi fasilitas sekolah," paparnya.

Baca Juga: Barang Ilegal Senilai Rp4,6 Miliar Dimusnahkan, Rokok tanpa Cukai Mendominasi

Selain itu, lanjut legislator PDIP Pelalawan ini, pihaknya meminta agar pihak sekolah juga dituntut harus kreatif, sehingga sekolah tersebut diminati para orangtua siswa. 

"Intinya, bagaimana sekolah itu bisa diminati orangtua siswa, maka Disdikbud Pelalawan bersama pihak sekolah harus punya inovasi dengan membuat sekolah itu menjadi kreatif serta melengkapi fasilitas dan sarana lainnya. Dengan demikian, kita optimis permasalahan SPMB ini kedepannya tidak akan terulang dan dikeluhkan para orangtua siswa," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disdikbud Pelalawan, Fenjli Harmasni MPd menjelaskan bahwa, pihaknya telah membuka pos pengaduan untuk menampung serta mencari solusi keluhan para orangtua siswa agar anak mereka bisa diterima di sekolah negeri. Pos itu telah dibuka mulai 24 Juni hingga 5 Juli 2026 mendatang. 

Baca Juga: Program Magang dan Vokasi Berlanjut, Siapkan Anggaran Rp6,26 Triliun

Menurutnya, salah satu kendala sekolah yang kurang favorit tak diminati para orangtua siswa, karena jangkauannya yang kurang strategis. Serta masih minimnya fasilitas yang ada. Seperti SMPN Bernas yang berada tak jauh dari pusat perkantoran Pemkab Pelalawan. Dan SMPN 1 berada dipusat Kota Pangkalan Kerinci, tepatnya di Jalan Lintas Tiimur. Dan lokasi ini, banyak fasilitas alat transportasi umum yang tersedia. Salah satunya oplet dan juga becak motor (bentor). 

"Jadi, dengan kondisi ini, maka kita bersama pihak sekolah lainnya, khususnya SMPN 2 dan SMPN 3, telah mencari solusi agar minta orangtua dapat meningkat menyekolahkan anak mereka disini. Salah satunya yakni melengkapi fasilitas armada bus sekolah yang menjemput para siswa sesuai titik yang ditetapkan bersama. Serta fasilitas pendukung lainnya.  

"Intinya, kami dari Disdikbud Pelalawan berkomitmen dan memastikan anak-anak di Negeri Amanah ini dapat tertampung di sekolah Negeri," tuturnya. 

 

Diakhir RDP tesebut, diketahui SMPN Bernas dan SMPN 1 Pangkalan Kerinci tidak lagi dapat menampung siswa tambahan akibat ruang kelas atau rombongan belajar (rombel) telah melebihi kapasitas. Begitu juga untuk SMAN 1 Pangkalan Kerinci, juga tidak lagi bisa menampung penambahan siswa karena kuota sekolah sudah mencapai batas maksimal. 

Atas kondisi itu, maka diputuskan bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah tersebut, dapat segera mendaftarkan diri ke sekolah lainnya yang masih memiliki kuota. Seperti SMPN 2 Pangkalan Kerinci yang masih memiliki daya tampung sebanyak 50 siswa. Kemudian SMPN 3 memiliki kuota sebanyak 40 siswa dan SMPN 5 masih bisa menampung sebanyak 50 siswa. 

Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kue Talam Gratis

Sementara itu, dijenjang SMAN ada SMAN 2 Pangkalan Kerinci yang masih bisa menampung sebanyak 58 siswa. Dan terakhir, SMKN 1 Pangkalan Kerinci masih memiliki kuota sebanyak 86 siswa dengan pilihan enam jurusan tersedia. 

Para orangtua siswa pun diharapkan dapat manfaatkan peluang tersebut agar anak mereka dapat tertampung di sekolah negeri yang ada di Ibukota Kabupaten Pelawan (Kecamatan Pangkalan Kerinci,red). (amn)

Editor : Eka G Putra
#spmb di pelalawan #masalah klasik masuk sekolah #komisi I dprd pelalawan #daya tampung sekolah #Disdikbud pelalawan