PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tingginya minat masyarakat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Pekanbaru terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah hingga hari terakhir pendaftaran, Kamis (25/6/2026). Berdasarkan data pada situs resmi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jalur domisili menjadi jalur yang paling diminati dengan total 8.151 pendaftar atau telah mencapai 107 persen dari kuota yang tersedia.
Sementara itu, jalur afirmasi tercatat diikuti oleh 1.463 pendaftar atau 47 persen dari kuota. Jalur mutasi diikuti 201 pendaftar atau 25 persen dari kuota yang disediakan.
Pada jalur prestasi non-akademik terdapat 447 pendaftar atau sekitar 19 persen dari kuota, sedangkan jalur prestasi akademik berdasarkan nilai rapor diikuti 754 pendaftar atau 50 persen dari kuota yang tersedia.
Adapun jalur prestasi akademik melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih menjadi jalur dengan jumlah pendaftar paling sedikit. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat hanya 20 pendaftar atau sekitar 6 persen dari kuota yang tersedia pada jalur tersebut.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ia memastikan program pendidikan gratis tidak hanya berlaku di sekolah negeri.
Melalui program Zero Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru juga menanggung penuh biaya pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sejumlah SMP swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"Tidak boleh ada anak di Kota Pekanbaru yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena terkendala biaya ataupun tidak tertampung di sekolah negeri. Jadi orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah," kata Agung, Kamis (25/6/2026).(ilo)
Editor : Eka G Putra