PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (Fikom UMRI) menggelar Pelatihan Batch 2 Artificial Intelligence (AI) gratis bersertifikat internasional dari Google.org pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mahmud Marzuki Tower ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan dan pemahaman etika penggunaannya di kalangan mahasiswa.
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa program kolaborasi AI Ready ASEAN ini diinisiasi untuk menjawab kekhawatiran terkait pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia. Meski adaptasi teknologi AI tergolong tinggi, tingkat literasi masyarakat mengenai pemanfaatan yang tepat dinilai masih kurang.
"Bagaimana pemanfaatan AI itu bisa menjadi sebuah tool yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari," ujar Hanif Fajri dari Internet AI selaku pemateri.
Hanif menambahkan, Fikom UMRI dipilih sebagai mitra karena implementasi kecerdasan buatan saat ini sangat erat kaitannya dengan bidang ilmu komunikasi, seperti pada industri pertelevisian dan produksi konten digital. Pihaknya berharap mahasiswa mampu memaksimalkan AI untuk menunjang aktivitas akademik maupun persiapan dunia kerja.
Sebelumnya, rangkaian pelatihan serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Riau (Unri), Universitas Islam Riau (UIR).
Selanjutnya Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., menyambut positif agenda ini dan menargetkan sebagian besar mahasiswanya dapat berpartisipasi. Sertifikasi internasional yang diperoleh dari Google.org dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio lulusan.
Baca Juga: Wali Kota Agung Nugroho Launching Tim Sapa Motoris Satpol PP, 120 Personel Siap Patroli Humanis
"Kedepannya, dari seribuan mahasiswa, paling tidak saya punya targetnya 90 persen dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini," kata Jayus.
Jayus mengakui bahwa jumlah kepesertaan saat ini belum maksimal karena pelaksanaan acara bertepatan dengan masa akhir semester dan menjelang libur perkuliahan. Kendati demikian, pihak fakultas berkomitmen untuk memaksimalkan kepesertaan pada tahun ajaran baru mendatang.
Pemanfaatan kecerdasan buatan di Fikom UMRI sendiri sebenarnya telah berjalan secara beriringan dalam proses belajar mengajar. Pihak fakultas juga telah mengintegrasikan materi ini secara resmi melalui mata kuliah khusus.
Baca Juga: Ditanya Amplop untuk Menhut, Suhardiman Mengaku Tak Tahu Isinya
"Kemudian kita di komunikasi itu ada mata kuliah juga sebetulnya, AI dan Big Data. Ini menjadi bagian pembelajaran dan ini selaras dengan materi pembelajaran yang ada di program studi," jelas Jayus.
Jayus turut mengingatkan seluruh mahasiswa agar tetap mengedepankan tanggung jawab moral dalam mengoperasikan teknologi ini, terutama saat menyusun tugas akhir atau skripsi. Mahasiswa diimbau untuk tidak sekadar mengejar kemudahan, tetapi juga memahami batasan etis agar teknologi tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan.
Editor : M. Erizal