PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim peneliti dari Universitas Islam Riau melaksanakan berbagai macam pengujian untuk meningkatkan pemahaman geometri siswa Sekolah Menengah Pertama.
Beberapa diantaranya adalah uji fungsional sistem, uji stabilitas dan kinerja sistem, uji usability, uji penerimaan pengguna, serta uji efektivitas pembelajaran terhadap model sistem augmented reality berbasis game bilingual.
Ketua Tim Dr Lilis Marina Angraini MPd saat ditemui Riau Pos, Jumat (31/7) mengatakan rangkaian pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki fungsi yang optimal, kinerja yang stabil, mudah digunakan oleh guru dan siswa, diterima dengan baik oleh pengguna, serta terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri melalui pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan berbasis teknologi.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian agar inovasi pembelajaran berbasis augmented reality dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan matematika di Indonesia.
Tim peneliti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia yang telah mendanai penelitian ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor 138/DST/C4/AL.04.00/226 dan Perjanjian Kontrak Nomor 135/KPA/C4/KPT/2026; 05/LL17/HILIRISASI/2026; 014/DPPM-UIR/HN-P/2026, sehingga penelitian dan pengembangan inovasi pembelajaran ini dapat terlaksana dengan baik.
"Kami berharap hasil penelitian yang kami laksanakan bisa memberikan kontribusi bagi transformasi pendidikan di Indonesia," ujar Lilis Marina Angraini.(rul)
Editor : Arif Oktafian