SIAK (RIAUPOS.CO) -- Rafiq Abdillah (Afiq), siswa kelas XI SMA Sains Tahfizh Islamic Center Siak, Riau, menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia jenjang SMA sederajat yang berasal dari luar Pulau Jawa.
Hal ini tentu saja membuat bangga sekolah, karena Afiq meraih silver medal (medali perak) sekaligus predikat nilai tertinggi jenjang SMA sederajat di Tim Indonesia dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2026.
Demikian dikatakan Kepala SMA Sains Tahfizh Islamic Center Siak Drs H Nursya, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis) Frenki Putra Farma SPd.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, DKP Bengkalis Gelar Gerakan Pangan Murah
Dijelaskan Nursya, ajang kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh IMC Union sejak 2005 dan didukung hampir 100 institusi pendidikan dunia, diantaranya STB, NUS High School, Sekolah Olimpiade Matematika HK, hingga KPM Indonesia, membawa Afiq mendunia.
"Afiq melewati seleksi ketat tingkat nasional yang dilakukan secara online melalui 2 tahapan tes yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia," terang Kasek Nursya, Kamis (6/8/2026) siang.
Afiq berhasil bangkit dari urutan terbawah saat pengumuman seleksi awal, hingga sukses meraih medali perak dan menjadi peraih skor tertinggi jenjang SMA di kontingen Indonesia.
Baca Juga: Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah Remaja Diduga Korban Perundungan
Menjalani proses belajar matematika secara mandiri dan intensif di luar yang dampingi oleh Dr Jefferson Caesario (dr M Imun) secara online, disertai pendampingan dari beberapa guru.
Tak hanya sampai di situ, Afiq juga mengikuti karantina intensif di Papyrus Tropical Hotel, Bogor, Jawa Barat, bersama pengajar dan akademisi terbaik KPM Indonesia, serta mendapat suntikan semangat langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Dr Abdul Mu'ti MEd, hadir memberikan arahan dan motivasi secara langsung saat pembinaan.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Apresiasi Kampanye Bersepeda untuk Kota Hijau ICF Pekanbaru
Disebutkan Wakasis Frenki Depati, Afiq tidak sendiri, dia bersama kontingen peserta dari jenjang SD hingga SMA di bawah naungan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Indonesia.
Sebelum keberangkatan, dilakukan pemusatan latihan dan pembinaan karakter. Adapun format lomba, soal ujian menggunakan bahasa Inggris yang terdiri dari 8 soal pilihan ganda, 8 soal essay (isian singkat), dan 2 soal uraian.
"Pelaksanaan kompetisi, Sabtu (25/7/2026), keesokan harinya atau Ahad (26/7/2026) digelar malam penganugerahan (Awarding Ceremony)," terangnya.
Baca Juga: Buka SIEXPO 2026, Plt Gubri Dorong Investasi hingga Hilirisasi Industri Sawit di Provinsi Riau
Dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2026, digelar juga malam pertukaran budaya (Cultural Exchange Night) berupa penampilan Tari Tor-tor dan pertukaran suvenir. Kunjungan wisata budaya dan edukasi ke berbagai destinasi ikonik di Singapura.
Apa yang dicapai Afiq, sebut Kasek Nursya, diharapkan menjadi inspirasi bagi teman temannya, sehingga dapat terus menggali potensi diri menjadi prestasi.
Ketua Yayasan Centra Islami Madiinatul ulum Islamic Center Siak Nizamul Muluk MA turut pengapresiasi capaian Afiq, dan dia berharap terus berlanjut, lahir siswa berprestasi lainnya. "Kami bangga, dan tentu saja perlu dukungan semua pihak, selain guru, terutama para orang tua dalam melahirkan generasi terbaik, dan mengharumkan negeri," katanya.
Editor : Rinaldi