Olah Ikan Lele Jadi PMT, Kader Posyandu Pematang Kapau Siap Cegah Stunting

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Riau foto bersama masyarakat dan kader posyandu di Kelurahan Pematang Kapau, wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru usai melakukan pengabdian masyarakat dan pelatihan, Jumat (14/8/2026). (Istimewa)
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Riau foto bersama masyarakat dan kader posyandu di Kelurahan Pematang Kapau, wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru usai melakukan pengabdian masyarakat dan pelatihan, Jumat (14/8/2026). (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya mendukung pencegahan stunting pada balita, Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Riau memberikan pelatihan kepada kader posyandu di Kelurahan Pematang Kapau, wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (14/8/2026) tersebut mengusung tema “Pelatihan Kader Posyandu untuk Pengembangan Inovatif Produk Pangan Lokal sebagai Pemberian Makanan Tambahan Balita.”

Kegiatan dihadiri oleh 22 kader posyandu di kelurahan Pematang Kapau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah pangan lokal menjadi produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi, menarik, dan sesuai untuk balita.

Baca Juga: Puluhan Anak Diduga Keracunan MBG, Wabup Kampar Minta Pengawasan SPPG Diperketat

Tim Pengabdian terdiri dari tiga dosen Poltekkes Kemenkes Riau, yaitu Yolahumaroh, SKM, MPH, Sri Mulyani, STP, M.Si, dan Yessi Marlina, S.Gz, MPH, yang dalam pelaksanaannya turut dibantu oleh empat mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau. 

Menurut Ketua Tim Pengabdian Dosen Poltekkes Kemenkes Riau, Yolahumaroh, SKM, MPH, dalam kegiatan tersebut, ikan lele dipilih sebagai bahan pangan lokal utama karena merupakan sumber protein yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang disukai anak. 

Para kader tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung dalam mengembangkan beberapa variasi produk PMT.

Baca Juga: UIR Gandeng BKSPPI Riau Hidupkan Lingkungan Bahasa Arab di Tiga Pesantren 

Dari satu bahan dasar ikan lele, kader dilatih membuat empat produk inovatif, yaitu sempol ikan, bola-bola tahu, nugget ikan, dan bakso ikan. Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan nilai gizi, tekstur, rasa, serta bentuk makanan agar lebih menarik dan mudah diterima oleh balita.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, nilai rata-rata pre-test sebesar 84,81 persen meningkat menjadi 97,64 persen pada post-test. 

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap pemahaman kader mengenai pengembangan PMT berbahan pangan lokal.

Baca Juga: Tiga Kemenangan Beruntun Dalam Laga Uji Coba, PSPS Makin Mantap Hadapi Liga 2 Musim 2026-2027

"Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh kader, tidak hanya pada satu posyandu, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan di 11 posyandu yang berada di wilayah Kelurahan Pematang Kapau. Dengan demikian, pemanfaatan pangan lokal sebagai PMT dapat terus dikembangkan untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan upaya pencegahan stunting,"tegasnya. (ayi/c)

Editor : M. Erizal
Pengabdian kepada masyarakat poltekkes kemenkes riau Dosen Poltekkes Kemenkes Riau