LPPM Universitas Riau Laksanakan Pengabdian Masyarakat Skema PBM

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:30 WIB
Ketua Tim Pengabdian Dosen Prof Dr Suparmi (tengah) foto bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri saat melakukan PBM di Universitas Riau, Jumat (4/9/2026). Foto Istimewa
Ketua Tim Pengabdian Dosen Prof Dr Suparmi (tengah) foto bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri saat melakukan PBM di Universitas Riau, Jumat (4/9/2026). Foto Istimewa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengelola riset dan pengabdian dosen Universitas Riau (Unri) kembali melaksanakan pelatihan bisnis berskema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian Dosen Prof Dr Suparmi, beranggotakan para dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau (Unri) diantaranya Dr Windarti, Dr Desmalati, Defri Ilham MSi, Kartika Sari MSi, dan Azzara Rialdi MSi.

Menurut Prof Dr Suparmi, kegiatan pengabdian dosen ini mengangkat tema  Pelatihan Pengembangan Bisnis Kelompok Kewirausahaan Mahasiswa FPC Berbasis  Diversifikasi Produk Olahan Udang Rebon Sebagai Produk Hilirisasi  Menuju Komersialisasi.

Baca Juga: New Vario Evo Night Ride Vol 2 Diikuti 170 Bikers

Dimana, Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) ini berlangsung mulai 1-10 September 2026 mendatang. Kegiatan ini penting dilakukan karena sebagai bentuk hilirisasi riset menuju komersialisasi. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kolaborasi dengan mitra dalam hal ini adalah kelompok kewirausahaan mahasiswa yang bernama Fisheries Product Club (FPC).

"Hasil penelitian tentang teknologi  diversifikasi produk berbasis Udang Rebon di Unri sudah dilakukan," katanya. 

Seluruh tim pelaksana juga mengundang narasumber dari luar insitusi yaitu dr Ranika Paramita MKM dari PT Axiomatic Business Consultant dan Dr Annisa Abdi Ghifari, Mbiomed dari Universitas Abdurrab (Unirab).

Baca Juga: Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Karhutla dan Dugaan Pendudukan Kawasan Hutan Tanpa Izin 

Komoditas perikanan ini memiliki peluang untuk dikembangkan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat karena komoditi yang bergizi dan bernilai ekonomis, sehingga dapat membuka peluang kewirausahaan.  

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan  memberi peluang untuk mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi,  membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru, menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra, memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa.

Kegiatan ini juga mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat, serta membina kerja sama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran pelatihan skills dan manajemen. Dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, meningkatkan pemahaman manajemen organisasi, produksi, keuangan, dan pemasaran serta membuat rencana bisnis atau studi kelayakan usaha. 

Baca Juga: Putra dan Putri SMA Kalam Kudus Melenggang ke Final di Riau Pos HSBL 2026 Selatpanjang Series

Untuk ikut mensukseskan upaya pemerintah tersebut, dibutuhkan hasil penelitian untuk menciptakan suatu produk yang bermutu terutama  nilai gizinya. 

Produk berbasis udang rebon dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terutama industri perikanan karena keistimewaan produk ini benar-benar menyajikan suatu penyempurnaan yang sangat praktis, sebagai bentuk hilirisasi riset menuju komersialisasi pada kelompok   kewirausahaan FPC yang bernaung di bawah jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Riau.

Program yang dilakukan oleh LPPM Universitas Riau dengan misi untuk menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus melalui program PBM sebagai upaya membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah pengangguran yang berasal dari kampus.

Baca Juga: Bripda Renhard Raih Perak di Riau Challenge 2026

Tak hanya itu, pelatihan pengembangan teknologi diversifikasi produk berbasis udang rebon ini juga sebagai bentuk hilirisasi riset menuju komersialisasi pada kelompok Kewirausahaan Fish Processing Club (FPC), agar dapat mengembangkan usaha mereka sekaligus menimbulkan minat kewirausahaan. 

"Hasil dari pelatihan ditargetkan adanya jumlah peserta yang direncanakan menjadi wirausaha mandiri maupun kelompok FPC. Dimana produk diversifikasi kali ini adalah rendang udang rebon, abon udang rebon dan snack udang rebon. Produk tersebut sudah mendapatkan izin PIRT dan NIB dari Depkes sehingga berpeluang untuk dipasarkan dan sekaligus dapat membuka pekerjaan bagi kelompok  FPC. Pelaksanaan pendampingan dan pembinaan dilakukan  agar usaha mitra dapat berkembang," tegasnya.(c)

 

Editor : Rinaldi
lppm unri pengabdian masyarakat fakultas perikanan dan kelautan