31 Putra-Putri Riau Ikuti Program Vokasi Nonmigas PHR

Henny Elyati • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:32 WIB
Para penerima Program Vokasi Nonmigas PHR foto bersama usai menerima sertifikat teknisi AC, baru-baru ini.(PHR untuk Riau Pos)
Para penerima Program Vokasi Nonmigas PHR foto bersama usai menerima sertifikat teknisi AC, baru-baru ini.(PHR untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Almaida Romi (19) sempat limbung dengan masa depannya usai menamatkan sekolah di bangku pondok pesantren, di kampung halamannya, di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Terbesit ingin melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi, namun harapan itu pupus karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, tanpa keterampilan khusus, pemuda ini tidak begitu percaya diri untuk melamar pekerjaan. Beberapa bulan setelah dinyatakan lulus sekolah tahun ajaran 2026, hari-harinya kosong tanpa aktivitas berarti, menganggur, berada dalam bayang-bayang ketidakpastian masa depan.

Romi kerap merasa gelisah saat melihat orang tuanya harus berjuang di tengah kesulitan ekonomi keluarga. Terlebih sang ayah yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga menga­lami sakit usai mengalami kecelakan sepeda motor beberapa tahun silam. Di usianya yang masih muda, ia berharap kesempatan untuk bisa menopang ekonomi keluarganya kembali.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Riau Tembus Top 10 Trailblazer Google Student Ambassador Indonesia 2026

‘’Setelah tamat sekolah saya sempat bingung. Mau kuliah tidak ada biaya, mau kerja belum punya keterampilan. Beruntung, saya dapat informasi pelatihan ini dari media sosial. Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang,’’ ujar Romi mengenang awal perjalanannya, Kamis (3/9).

Titik balik itu hadir ketika Romi menemukan sebuah unggahan media sosial tentang Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kampar. Romi memberanikan diri mendaftar, mengikuti serangkaian proses seleksi, hingga akhirnya dinyatakan lulus sebagai salah satu peserta pelatihan teknisi AC.

Kini, Romi tampil lebih percaya diri. Tak sekadar teori, Romi mendapatkan pembekalan komprehensif, praktik perbaikan dan perawatan AC, hingga mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya ilmu, PHR juga membekalinya dengan paket bantuan peralatan teknisi AC yang sangat lengkap, sebagai ‘’senjata’’ masa depan yang siap ia gunakan untuk langsung terjun membuka usaha mandiri demi membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga: Umri Gelar FGD dan Workshop ”Revolusi Hijau UMKM Riau”

Kisah menarik peserta pelatihan teknisi AC lain­nya hadir dari Lisna Sudensari (20). Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia teknisi pendingin, sosok Lisna menyita perhatian. Bagi gadis muda ini, profesi teknisi AC tidak mengenal batasan gender. Sebulan menjalani pelatihan intensif tak sedikit pun menyurutkan langkahnya.

Naik turun tangga, memegang mesin steam pembersih bertekanan tinggi, hingga mengukur arus listrik dengan tang ampere telah menjadi ‘’makanan’’ sehari-hari bagi Lisna saat menguti pelatihan di BLK Bengkalis. Bukannya canggung, ia justru merasa bangga dan tertantang.

Berbekal sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional, Lisna berencana meniti karir terlebih dahulu di dunia kerja formal untuk menyerap pengalaman lapangan sebanyak-banyaknya, sebelum kelak mewujudkan mimpinya membangun usaha servis AC milik sendiri.

Baca Juga: Trian Zulhadi Staf Ahli Bupati Kembali ke Kampus, Masa Tugas Di Pemerintahan Berakhir

Kisah Romi dan Lisna merupakan bagian dari dampak nyata Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diinisiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian ekonomi masyarakat yang berada di desa-desa ring 1 wilayah operasional perusahaan.

Program ini awalnya di inisiasi tahun 2025 di 1 Kabupaten dengan 19 peserta, lalu diperluas hingga sebanyak 31 peserta terpilih dari 4 kabupaten yakni Rokan Hulu, Kampar, Siak, dan Bengkalis telah melalui rangkaian pembekalan intensif. 

Melalui program Community Involvement & Development (CID) ini, PHR tidak hanya menyalurkan energi untuk negeri melalui produksi migas, tetapi juga menyalakan energi kehidupan dan harapan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di sekitar wilayah operasinya.

Baca Juga: Resmi Sandang Gelar Profesor, Rahmat Iman Mainil Perkuat Riset Energi Baru dan Terbarukan Unri

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau Roni Rakhmat menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas inisiatif dan inovasinya dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi teknisi AC ini.

‘’Kegiatan seperti inilah yang sangat kita butuhkan, karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga secara langsung membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Riau,’’ ucapnya.(hen)

Editor : Arif Oktafian
PHR Zona Rokan Program Vokasi Nonmigas 2026 PHR PT Pertamina Hulu Rokan