Zahra Chowdhury Resmi Mulai Mengajar sebagai English Teaching Assistant di MAN 3 Pekanbaru

Joko Susilo • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 19:18 WIB
Zahra Chowdhury Resmi Mulai Mengajar sebagai English Teaching Assistant di MAN 3 Pekanbaru. (Istimewa)
Zahra Chowdhury Resmi Mulai Mengajar sebagai English Teaching Assistant di MAN 3 Pekanbaru. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - MAN 3 Kota Pekanbaru menjadi salah satu satuan pendidikan yang dipercaya sebagai lokasi penempatan program English Teaching Assistant (ETA) dari American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). 

Zahra Chowdhury, B.A., resmi menjalankan tugas sebagai ETA selama sembilan bulan, terhitung sejak 14 September 2026 hingga Mei 2027. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi bahasa Inggris murid, khususnya dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Mengawali masa penugasannya, Zahra melakukan observasi kelas untuk mengenal lingkungan pembelajaran, karakteristik murid, serta proses pembelajaran bahasa Inggris di MAN 3 Kota Pekanbaru.

Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan

Dari pengamatannya, Zahra mengaku terkesan dengan antusiasme murid dan dedikasi para guru serta tenaga kependidikan. “Saya sangat bersyukur melihat betapa antusias dan bersemangatnya para murid dalam belajar, serta betapa berdedikasinya para guru dan staf dalam mendukung mereka,” ungkap Zahra. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala MAN 3 Kota Pekanbaru, Ibu Merry, Kepala Bidang Kurikulum, Ibu Ihda, serta Language Development Center (LDC), Hafizhal Ridho yang telah menyambutnya dengan hangat.

Zahra juga mengapresiasi berbagai kegiatan kebahasaan yang dikembangkan di MAN 3 Kota Pekanbaru. Menurutnya, koordinasi para guru dari berbagai bidang bahasa dalam menghadirkan inisiatif seperti LAW (Languages Around the World) menjadi pengalaman yang menarik karena mendorong murid untuk terlibat aktif dalam pembelajaran bahasa.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi di Musda XI, Agus Risna Saputra Pimpin Golkar Kampar

 “Sungguh luar biasa melihat para guru dari berbagai bidang bahasa berkoordinasi dan menciptakan inisiatif seperti LAW untuk mendorong siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran bahasa,” tuturnya.

Ia berharap dapat menjadi bagian dari komunitas madrasah sekaligus berbagi pengetahuan dan belajar melalui interaksi bersama murid, guru, dan tenaga kependidikan.

Selama menjalankan program ETA, Zahra berencana menerapkan pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada murid. Berbagai kegiatan seperti permainan, diskusi berpasangan dan kelompok, bermain peran, serta percakapan dalam situasi nyata akan digunakan untuk membantu murid lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Siapkan Rumah Oksigen 

 “Saya ingin memulainya dengan kesempatan berlatih yang minim tekanan, lalu secara bertahap beralih ke diskusi dan presentasi yang lebih luas, sehingga siswa dapat membangun kepercayaan diri sesuai dengan kecepatan belajar mereka masing-masing,” jelasnya. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Selain kemampuan berbahasa Inggris, Zahra memiliki kemampuan berbahasa Arab yang turut memperkaya pengalaman kebahasaan selama berada di madrasah. Ia juga berencana mengaitkan pembelajaran bahasa Inggris dengan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan dan minat murid, seperti mode, olahraga, kuliner, musik, serta budaya.

Menurutnya, murid memiliki pengalaman dan budaya Indonesia yang dapat dibagikan kepada dunia melalui bahasa Inggris. “Yang terpenting, saya ingin menciptakan suasana kelas di mana melakukan kesalahan dianggap sebagai bagian wajar dari proses belajar, dan murid merasa antusias menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk menyuarakan pendapat mereka kepada dunia,” ujarnya.

Baca Juga:  Langgar Ketentuan, Imigrasi Pekanbaru Deportasi WN Malaysia 

Dari 22 SMA, SMK, dan madrasah yang menjadi lokasi penempatan program ETA di Indonesia, terdapat dua satuan pendidikan di Provinsi Riau, dan MAN 3 Kota Pekanbaru menjadi salah satunya. 

Selama masa penugasan hingga Mei 2027, Zahra diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif di lingkungan madrasah.

Kehadiran program ETA juga menjadi ruang bagi terjadinya pertukaran budaya dan wawasan, sejalan dengan upaya MAN 3 Kota Pekanbaru dalam mengembangkan kompetensi serta wawasan global murid.(ilo)

 

 

Editor : M. Erizal
program eta bahasa inggris man 3 pekanbaru