Tim PKM PGSD FKIP Unri Menggelar Workshop DL Matematika Berbasis BM

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 10:19 WIB
FOTO BERSAMA: Tim PKM PGSD FKIP Unri foto bersama guru SDN 042 Tambang Kampar usai pelatihan, belum lama ini. (FKIP Unri untuk Riau Pos)
FOTO BERSAMA: Tim PKM PGSD FKIP Unri foto bersama guru SDN 042 Tambang Kampar usai pelatihan, belum lama ini. (FKIP Unri untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) PGSD FKIP Universitas Riau (Unri) menyelenggarakan workshop deep learning (DL) matematika yang terintegrasi dengan etnomatematika Melayu dan teknologi Virtual Tour 360°. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di SDN 042 Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, dengan melibatkan 26 guru sekolah dasar.

Workshop ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran matematika yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, guru didorong untuk menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari serta kekayaan Budaya Melayu (BM) yang ada di lingkungan sekitar.

Kegiatan di awali dengan pengisian survei untuk mengetahui pengetahuan dan kemampuan awal guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika. Survei tersebut menjadi dasar untuk melihat perkembangan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian workshop. 

Baca Juga: UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama dengan Rutan Kelas I Pekanbaru

Pelaksanaan workshop dibagi menjadi tiga sesi utama, yaitu pengenalan pendekatan deep learning, pengenalan etnomatematika Melayu, serta pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Virtual Tour 360°.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika SD yang disampaikan oleh Prof Zetra Hainul Putra PhD pakar pembelajaran matematika di Prodi PGSD FKIP Unri.

Pemateri menjelaskan tiga prinsip utama pembelajaran mendalam, yaitu mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan). Materi disampaikan secara interaktif dengan mengaitkan konsep pembelajaran mendalam dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar.

Baca Juga: Pemkab Rohul Siapkan Beasiswa Rp1 Miliar untuk Mahasiwa

Memasuki sesi kedua, peserta diperkenalkan dengan konsep etnomatematika Melayu sebagai pendekatan untuk mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika. Guru diajak mengenali berbagai unsur matematika yang terdapat dalam aktivitas, pola, bentuk bangunan, dan artefak budaya Melayu seperti bangun geometri, pola, simetri, pengukuran, dan hubungan keruangan. Melalui pendekatan ini, budaya lokal dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah. 

Pada sesi ketiga, peserta mengikuti pelatihan praktik pembuatan media pembelajaran Virtual Tour 360°. Pemateri memberikan demonstrasi langsung mengenai tahapan pembuatan tur virtual sederhana menggunakan platform Theasys, mulai dari membuat akun, menyiapkan foto panorama menggunakan telepon seluler, mengunggah foto, hingga menambahkan fitur hotspot dan elemen interaktif lainnya. Peserta mempraktikkan setiap tahapan secara langsung.

Tidak hanya teori, para guru juga praktik mengamati berbagai objek di lingkungan SDN 042 Tambang, mengidentifikasi konsep matematika pada objek tersebut, dan merancang aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikannya.

Baca Juga: 10 Siswa Rohul Wakili Riau ke FTBI Nasional

Hasil praktik menunjukkan, peserta mampu menghasilkan rancangan Virtual Tour 360° sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual dan interaktif.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 26 guru, terdapat peningkatan kompetensi deep learning matematika, dengan peningkatan paling besar pada aspek pemahaman dan pemanfaatan teknologi Virtual Tour 360°.

Melalui kegiatan PKM ini, tim berharap para guru dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing sebagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital sekaligus memperkuat pengenalan budaya Melayu dalam pembelajaran matematika SD.(nto/c)

Editor : Arif Oktafian
PGSD FKIP UNRI Unri fkip unri universitas riau