Tiga Guru Besar  UIN Suska Riau Dikukuhkan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:49 WIB
Para pimpinan foto bersama usai pengukuhan guru besar UIN Suska Riau di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Senin (5/10/2026). (Humas UIN Suska Riau untuk Riau Pos)
Para pimpinan foto bersama usai pengukuhan guru besar UIN Suska Riau di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Senin (5/10/2026). (Humas UIN Suska Riau untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Tiga Guru Besar sekaligus memperingati Dies Natalis atau Milad yang ke-56. Acara khidmat ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UIN Suska Riau yang digelar pada Senin (5/10) di Gedung Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau. Sidang senat terbuka ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Hj Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA dan dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Suska Riau, Prof Dr Hj Zaitun MAg. 

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran senat, wakil rektor I dan III, para Dekan, Direktur pascasarjana, serta sivitas akademika. Ha­dir pula Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau H Zulkifli Syukur SAg MA MSi serta sejumlah tokoh dan tamu undangan penting, di antaranya Drs H Syamsuar MSi (Gubernur Riau pada masanya), Prof Dr H Muhammad Nazir MA (Rektor UIN Suska Riau pada masanya) Hj Azlaini Agus (tokoh masyarakat Riau), Dr H Saidul Amin MA (Rektor Umri), Prof Dr H Sudirman M Johan MA (Ketua Senat pada masanya), Prof Dr H Mas’ud Zein MPd (Wakil Rektor dan Dekan pada masanya), Dr H Zul Ikromi Lc MA, Dr H Abu Anwar  MAg (Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis), dan Dr H A Munir MA (Kepala Biro UIN Suska Riau pada masanya).

Dalam sidang senat tersebut, tiga guru besar dikukuh­kan secara resmi dengan memaparkan pidato orasi ilmiah di bidang keahlian masing-masing: Pertama, Prof Dr Azni SAg MAg (Guru Besar dalam Bidang Fiqih). Judul orasi ”Rekonstruksi Maslahah dalam Hukum Perkawinan: Kritik Epistemologis dan Perspektif Maqasid al-Shari‘ah terhadap Dispensasi Perkawinan di Indonesia”. Kedua, Prof Dr Khairunnas Jamal MA (Guru Besar dalam Bidang Tafsir).     Judul orasi ”Tafsir Ekoteologi Al-Quran: Membangun Etika Qurani untuk Merawat Kehidupan dan Kelestarian Bumi”. 

Baca Juga: Ruang Belajar SDN 007 Dianggarkan di APBD-P  

Ketiga, Prof Dr Afrizal Nur MIS (Guru Besar dalam Bidang Tafsir Kontemporer).  Judul orasi ”Dari Ekoteologi hingga Polyvalence Tafsir: Meneguhkan Khazanah Tafsir Kontemporer”.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Hj Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA menyampaikan bahwa gelar guru besar bukan sekadar pencapaian individu dalam perjalanan intelektual, melainkan milik bersama untuk berpikir, berkarya, mengabdi, dan mendedikasikan ilmu bagi masalah-masalah kemanusiaan. ”Bagi sebuah perguruan tinggi Islam di bawah naungan Kementerian Agama, keilmuan agama harus mampu menjawab persoalan-persoalan sosial, mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan, merespons persoalan lingkungan, ancaman terhadap kehidupan keluarga, serta berbagai persoalan kemanusiaan secara lebih mendalam dan relevan,” tegas Rektor.(nto/c)

 

Editor : Arif Oktafian
Dies Natalis UIN Suska uin suska riau guru besar pengukuhan guru besar