PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 2.900 mahasiswa baru (Maba) Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan dibuka langsung Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS di lapangan bola Unilak, Rumbai, Rabu (7/10).
PKKMB tahun ini menjadi perhatian karena Unilak menegaskan diri sebagai kampus inklusif dengan menerima mahasiswa disabilitas dan 90 2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDPKS 2026 dari berbagai daerah.
Hadir mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Erisman Yahya MH yang memberikan apresiasi. Menurutnya, Unilak telah menjadi contoh kampus swasta yang berperan besar dalam pembangunan SDM di Riau. Ia berpesan agar mahasiswa mengingat tujuan utama kuliah yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan, tidak menghabiskan waktu untuk hal tidak bermanfaat, serta membekali diri dengan keterampilan sesuai bidang.
”Alhamdulillah sekitar 90 mahasiswa di Unilak mendapatkan Beasiswa Sawit. 2.900 mahasiswa baru hari ini adalah aset daerah Bumi Lancang Kuning yang harus kita jaga dan dukung bersama,” tegas Erisman.
Baca Juga: Dorong Seni Kompang Jadi Muatan Lokal Sekolah
Rektor Unilak Prof Junaidi menyampaikan kebanggaannya dan memperkenalkan jajaran pimpinan, Wakil Rektor I Assoc Prof Dr Zamzami, Wakil Rektor II Assoc Prof Dr Jeni Wardi, dan Wakil Rektor III Dr Hardi serta seluruh pimpinan fakultas. Menurutnya, Unilak kini tidak hanya kampus hijau dan kampus budaya, tetapi juga kampus bersahabat (green, multicultural, friendly) yang inklusif dan ramah disabilitas.
”Unilak memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk sahabat-sahabat disabilitas,” ujarnya.
Mahasiswa baru tahun ini berasal dari Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Jawa, NTT, hingga Papua. PKKMB berlangsung riang gembira selama tiga hari, 7-9 Oktober 2026, diisi kegiatan positif seperti gerakan anti narkoba, literasi anti perundungan, pencegahan kekerasan seksual, dan literasi keuangan dari Bank Indonesia.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian