Kebun Raya UP Kampar Diperkenalkan ke Pakar Internasional, Siap Dikembangkan Jadi Pusat Konservasi

Kamaruddin • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Rektor Universitas Pahlawan Prof Dr Amir Luthfi bersama para delegasi dan pakar internasional menanam pohon di kawasan Kebun Raya UP, Bangkinang, Jumat (9/10/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)
Rektor Universitas Pahlawan Prof Dr Amir Luthfi bersama para delegasi dan pakar internasional menanam pohon di kawasan Kebun Raya UP, Bangkinang, Jumat (9/10/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Rangkaian International Symposium 2026 Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berlanjut dengan kunjungan lapangan ke Kebun Raya Universitas Pahlawan, Kabupaten Kampar, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan yang dipimpin Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, tersebut diikuti para pakar internasional dan perwakilan pengelola kebun raya dari berbagai negara. Para delegasi diajak menelusuri kawasan kebun raya untuk melihat secara langsung potensi alam, karakteristik lahan, serta kekayaan tumbuhan yang dimiliki kawasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kebun Raya UP kepada komunitas konservasi internasional sekaligus memperkuat perannya sebagai kawasan konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Rekapitulasi Sementara Pilkades Serentak Meranti, Berikut 12 Calon Kades Peraih Suara Terbanyak

Dalam kesempatan itu, Rekor Universitas Pahlawan Amir Luthfi menjelaskan bahwa gagasan pembangunan Kebun Raya UP berawal dari rencana perluasan kawasan kampus. 

Saat melakukan pengadaan lahan di sekitar kampus utama, pihak universitas menemukan kawasan dengan karakteristik alam yang beragam, mulai dari hutan alami, lembah, hingga berbagai jenis pepohonan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan konservasi.

“Awalnya, ide kebun raya ini bermula dari program perluasan kampus. Kami membeli lahan-lahan di sekitar kampus utama dan menemukan kawasan yang masih memiliki hutan alami, lembah, serta berbagai jenis pepohonan,” ujar Amir saat berbincang di sela-sela kegiatan kunjungan.

Baca Juga: Polsek Pinggir Amankan Empat Tersangka Kasus Perusakan Mess Perusahaan 

Menurutnya, potensi alam tersebut kemudian diarahkan untuk mendukung visi universitas yang menitikberatkan pada kualitas pendidikan (quality), kewirausahaan (entrepreneurship), dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Atas dasar itu, UP menjalin kerja sama dengan BRIN untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kebun raya. Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada akhir 2023.

Amir mengungkapkan, potensi kawasan itu semakin terlihat setelah proses pengembangan dilakukan. Kontur lahan yang beragam menjadi salah satu keunikan sekaligus keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung fungsi konservasi dan pendidikan.

Baca Juga: Kerusuhan di Lapas Merauke Akibat Razia HP, Petugas Diserang Kantor Dibakar

“Setelah dikembangkan, ternyata kontur lahan yang kami miliki sangat bagus dan memiliki keunikan tersendiri. Karena itu, kami melihat kawasan di luar kampus utama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Pengembangan Kebun Raya UP tidak berhenti pada kawasan yang saat ini telah dibangun. Universitas juga menyiapkan pengembangan lanjutan melalui pengadaan lahan di sekitar Jalan Lingkar.

Amir menyebutkan, lahan yang telah dibebaskan dan direncanakan untuk pengembangan kawasan tersebut mencapai sekitar 130 hektare. Lahan itu disiapkan secara bertahap untuk memperluas fungsi kebun raya sebagai kawasan konservasi dan pengembangan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Tips Aman Berkendara saat Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap

Dalam perencanaan universitas, kawasan kebun raya dibagi ke dalam sejumlah zona pengembangan. Kawasan yang saat ini dikembangkan menjadi Zona A, sedangkan area di sekitar Jalan Lingkar direncanakan sebagai Zona B.

Menurut Amir Luthfi, Zona B memiliki potensi alam yang tidak kalah menarik, terutama karena terdapat sejumlah mata air dan bentang alam yang mendukung pengembangan kawasan konservasi.

“Di kawasan Zona B juga terdapat mata air yang menjadi bagian dari potensi alam yang ingin kita jaga. Karena itu, pengembangan kebun raya ini akan terus kita lanjutkan secara bertahap,” ujarnya.

Baca Juga: JNE Raih Sertifikasi Halal Layanan Logistik dari BPJPH

Ia menegaskan, pengembangan kawasan tersebut bukan sekadar perluasan lahan, melainkan bagian dari komitmen UP untuk menghadirkan kawasan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, pendidikan, penelitian, dan masyarakat.

Menurut Amir Luthfi, penyelenggaraan International Symposium 2026 juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Kebun Raya UP kepada komunitas konservasi internasional.

Melalui simposium tersebut, UP mempertemukan pakar dan perwakilan pengelola kebun raya dari sejumlah negara, di antaranya Singapura, Australia, Malaysia, Belanda, dan China. Pertemuan ini diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta kerja sama dalam pengelolaan kebun raya dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Ribuan Warga Serbu Kebun Nopi, Muklisin Buka Pacu Jalur Mini Semarakkan HUT Kuansing dan Haornas

“Kita ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa di Riau, khususnya di Kabupaten Kampar, terdapat kebun raya yang memiliki potensi untuk dikembangkan hingga bertaraf internasional,” kata Amir.

Ia berharap, kunjungan para delegasi tidak hanya menjadi ajang melihat potensi kawasan secara langsung, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kebun Raya UP.

Keberagaman kontur lahan, keberadaan hutan alami, serta potensi sumber air dinilai dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai tempat konservasi tumbuhan, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, dan pengenalan keanekaragaman hayati kepada masyarakat.

Baca Juga: 21 Rakit PETI Dimusnahkan Polres Kuansing dan Polsek Benai

Amir Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas dukungan dalam pengembangan kebun raya di lingkungan Universitas Pahlawan. Ia menyebut UP telah memperoleh penghargaan dari pemerintah sebagai perguruan tinggi swasta yang membangun kebun raya.

Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan, melengkapi koleksi tumbuhan, serta memperkuat program konservasi secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Kebun raya ini akan terus kita kembangkan melalui program-program yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Wawako Pekanbaru Ikuti Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun dan Kabut Asap Berkurang

Ke depan, UP akan memprioritaskan pembenahan kawasan dan pelengkapan koleksi tumbuhan. Pengembangan koleksi dilakukan dengan memperhatikan tumbuhan yang telah tumbuh secara alami di kawasan tersebut maupun jenis tumbuhan yang akan didatangkan dari luar.

Amir menjelaskan, Kebun Raya UP masih menyimpan sejumlah potensi tumbuhan lokal, di antaranya rotan, belimbing hutan, dan pohon sialang yang memiliki nilai ekologis bagi lingkungan.

Pohon sialang menjadi salah satu kekayaan hayati yang mendapat perhatian untuk dipertahankan keberadaannya. Selain menjadi bagian dari karakteristik alam setempat, pohon tersebut juga memiliki nilai ekologis yang penting bagi lingkungan dan satwa.

Baca Juga: Rudapaksa Adik Kandung, Pemuda di Meranti Diamankan Polisi

“Kita akan terus membenahi dan melengkapi koleksi, baik tumbuhan yang berasal dari sini maupun yang didatangkan dari luar kawasan. Kita ingin koleksi kebun raya ini semakin lengkap,” kata Amir Luthfi 

Ia berharap Kebun Raya UP ke depan dapat berkembang menjadi kawasan multifungsi yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga mendukung pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.

Upaya tersebut sejalan dengan tema International Symposium 2026, yakni “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS)”.

Baca Juga: Satgas Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Desa Salo, Luas Lahan Terbakar Capai 1 Hektare

Tema ini menyoroti pentingnya peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus dalam menjaga keterhubungan ekosistem, mengurangi dampak fragmentasi habitat, serta mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS).

Amir Luthfi menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, pengelola kebun raya, masyarakat, dan mitra internasional diperlukan agar upaya konservasi dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata.

“Kita bersyukur memiliki lahan dengan potensi alam yang baik. Sebagai bentuk rasa syukur, kita ingin menjaga dan mengembangkannya agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta pelestarian keanekaragaman hayati,” tuturnya.

Baca Juga: Pj Sekda Kuansing Lepas Kontingen Porseni IGTKI, 1.662 Peserta Ambil Bagian di Sembilan Cabang

Usai menelusuri kawasan Kebun Raya UP melalui kegiatan trekking dan beristirahat sambil menikmati jajanan khas Kabupaten Kampar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di kawasan White House Kebun Raya UP.

Penanaman pohon dipimpin Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, bersama para delegasi dan pakar internasional yang mengikuti simposium.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Momentum ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Masih Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Berjalan Normal

Melalui pengembangan Kebun Raya UP dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, Universitas Pahlawan berharap kawasan tersebut dapat tumbuh menjadi salah satu pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati yang membanggakan Kabupaten Kampar sekaligus memberikan kontribusi bagi pelestarian lingkungan di tingkat nasional dan internasional.(kom)

Editor : M. Erizal
kebun raya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) universitas pahlawan tuanku tambusai