Inhil Bidik Proyek Pendidikan Rp250 M

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:48 WIB
ABDUL RASYID. (JPG)
ABDUL RASYID. (JPG)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membidik pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan pagu anggaran Rp250 miliar. Sekolah yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Tempuling itu akan mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.

Rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap verifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, peletakan batu pertama ditargetkan pada awal November 2026.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil Abdul Rasyid melalui Kepala Bidang SD Dedi Surahman mengatakan, pihaknya akan turun langsung bersama tim pendamping dari Kejaksaan Agung untuk meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan sekolah tersebut.

"SNT sudah juga proses verifikasi. Mudah-mudahan kita berdoa juga berkat Pak Bupati juga, nanti itu SNT akan berada di Tempuling dengan pagu dana Rp250 miliar. Sekolah tingkat SD, SMP, SMA terletak di satu kawasan," ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (20/10).

Baca Juga: Gagas Akuntansi Manajemen untuk Nilai Sosial Berkelanjutan

Menurutnya, verifikasi menjadi tahapan penting sebelum rencana pembangunan dapat dilanjutkan. Apabila hasil verifikasi memenuhi persyaratan, peletakan batu pertama diharapkan dapat dilaksanakan pada awal November mendatang.

"Dari Jam Intel Kejagung untuk memverifikasi kita. Jadi itu besok untuk peletakan pertamanya, kalau ini lolos mudah-mudahan di awal November kayaknya peletakan pertama," ungkapnya.

Selain rencana pembangunan SNT, pada 2026 sebanyak 153 sekolah di Inhil juga mendapatkan bantuan rehabilitasi. Jumlah tersebut berasal dari pengajuan sebelumnya sebanyak 253 sekolah pada jenjang SD dan PAUD.

Baca Juga: UIR dan PT APGWI Jalin Kerja Sama Pemberian Beasiswa 

Disdik Inhil berupaya melanjutkan program rehabilitasi dengan kembali mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat pada 2027. Usulan itu mencakup sekitar 321 sekolah jenjang SD, 152 PAUD, serta 64 SMP.

"Kami juga tidak berhenti sampai di sini. Kita juga tahun depan berupaya untuk mengajukan lagi ke pusat, supaya sekolah-sekolah yang rusak di Inhil ini bisa dibantu oleh Kementerian Pendidikan melalui bantuan tersebut,"tutupnya.(*2/lim)

Laporan M ALI NURMAN, Tembilahan

 

Editor : Arif Oktafian
inhil pendidikan inhil indragiri hilir tembilahan