PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peserta didik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Pekanbaru masih menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kabut asap masih menyelimuti kota hingga Selasa (20/10). Pembelajaran tatap muka bagi anak usia dini baru akan kembali dilaksanakan setelah kualitas udara membaik.
Sementara itu, peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih diperbolehkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dengan sejumlah ketentuan untuk melindungi kesehatan mereka dari dampak paparan kabut asap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan pihaknya terus memantau pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik. Hingga Selasa (20/10) terpantau Jamal pelaksanaan PTM berjalan lancar.
”SD dan SMP masih PTM terbatas, dan PAUD-TK pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai kualitas udara membaik,” kata Abdul Jamal, kemarin.
Baca Juga: Inhil Bidik Proyek Pendidikan Rp250 M
Ia menjelaskan, kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik PAUD dan TK diterapkan sebagai langkah perlindungan kesehatan. Anak usia dini dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan kabut asap sehingga pembelajaran tatap muka ditunda hingga kualitas udara memenuhi kategori sedang.
Adapun bagi peserta didik SD dan SMP, kegiatan PTM terbatas tetap dilaksanakan dengan sejumlah aturan. Peserta didik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah serta tidak diperbolehkan melakukan aktivitas maupun pembelajaran di luar ruangan.
Selain itu, peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan atau memiliki riwayat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) diperbolehkan mengikuti pembelajaran dari rumah setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Baca Juga: Gagas Akuntansi Manajemen untuk Nilai Sosial Berkelanjutan
Pihak sekolah juga diberikan kewenangan untuk memulangkan peserta didik lebih awal apabila kondisi kualitas udara memburuk.
”Kalau keadaan kualitas udara memburuk, pihak sekolah diberikan kewenangan untuk memulangkan peserta didik lebih awal,” ucapnya.
Sebagai upaya tambahan untuk melindungi kesehatan peserta didik, Disdik Pekanbaru bersama sejumlah dinas terkait juga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk membagikan masker dan vitamin.
Baca Juga: UIR dan PT APGWI Jalin Kerja Sama Pemberian Beasiswa
Disdik Pekanbaru terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kebijakan pembelajaran bagi peserta didik akan disesuaikan dengan kondisi udara guna mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak-anak.(ilo)
Editor : Arif Oktafian