PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Buah Kedondong terasa segar, tak jarang ditemukan dalam pilihan buah pada rujak. Juga ditemukan dengan olahan menjadi manisan hingga jus atau lalapan. Tapi, taukah anda buah kedondong memiliki banyak nama.
Buah kedondong selain bermanfaat juga terbilang unik. Karena selain keras, ia memiliki biji serupa akar di bagian dalam. Kedondong juga kaya nutrisi lho.
Kedondong dalam bahasa Inggris disebut Ambarella atau Ataheitte Apple/Great Hot Plum. Selain sebutannya yang beragam untuk bahasa Inggris, dikutip dari berbagai sumber, di berbagai daerah juga berbeda nama untuk kedondong.
Kedondong adalah tanaman buah yang tergolong ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae).
Baca Juga: Beragam Khasiat Buah Bit Lengkap dan Cara Penyajiannya
Kedondong ini merupakan tanaman buah yang umumnya banyak sekali terdapat di seluruh daerah tropis dan termasuk kedalam angiospermae.
Sebutan kedondong berlaku di Indonesia dan Malaysia, namun di Filipina disebut Hevi, di Myanmar disebut Gway, Mokah di Kamboja, Kook Kvan di Laos, Makak Sarang di Thailand), dan Co’c di Vietnam).
Baca Juga: Bagi Anda yang Ingin Turunkan Berat Badan, 7 Buah Lezat Ini Sangat Membantu, Ini Rekomendasinya
Sementara di tanah air, sebutan untuk kedondong juga ternyata berbeda. Seperti orang Sunda menyebutnya, kadongdong, kemudian di Madura disebut Kedundung, Kacemcem di Bali), Inci di NTT), Karunrung di Makassar, dan Dau Kaci disebut orang Bugis.
Di Indonesia, petani kerap menanam Kedondong Bangkok, merupakan jenis unggul, juga ada kedondong konden di Karimun Jawa.
Saat ini sudah banyak budi daya tanaman kedondong bangkok untuk dijadikan tanaman buah dalam pot. Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar, atau dijadikan selai.
Buah ini memiliki biji tunggal yang berserabut. Daunnya dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.
Baca Juga: Bisa Memicu Masalah Pencernaan, saat Perut Sedang Kosong Hindari Mengonsumsi Buah-Buahan Ini
Batang pohon kedondong memiliki karakteristik berkulit tebal dan mudah patah.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra