RIAUPOS.CO - Tahun ini, Muhammadiah resmi menetapkan awal puasa Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriyah lebih awal.
Hal itu berdasarkan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Muhammadiyah menetapkan awal puasa 1 Ramadan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Sedangkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id, bahwa dalam Islam prinsip siap lebih awal adalah suatu pesan yang terselip di dalam Al-Quran dan Hadist.
Ramadan tidak lagi datang secara tiba-tiba, melainkan sebagai “hari esok” yang sudah bisa dihitung dan dipersiapkan. Maka, perintah agar setiap jiwa manusia memperhatikan apa yang mereka persiapkan menjadi tuntutan nyata untuk melakukan evaluasi dan persiapan diri sejak jauh-jauh hari.
Siap lebih awal berarti selalu membuat perencanaan yang matang agar kita tidak terus-menerus terjebak dalam situasi yang mendesak (kepepet) atau kebiasaan menunda-nunda.
Perintah tersebut tertuang dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 yanng artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Dalam pendekatan tafsir Fakhr al-Razi penggunaan kata al-ghad atau esok dalam Al-Qur’an (yang sebenarnya merujuk pada hari kiamat) sebagai bentuk taqrib, yaitu pendekatan makna.
Maksudnya dari itu bukan kiamat benar-benar terjadi besok secara harfiah, namun mendekatkan rasa dan kesadaran manusia terhadap sesuatu yang pasti akan datang.
Oleh sebab itu, pemikiran Al-Razi sangat relevan dengan Ramadan yang tanggalnya sudah pasti melalui sistem KHGT. Karena ketika waktu kedatangan Ramadan sudah dapat diketahui sebelumnya, umat Islam tidak lagi punya alasan untuk bersikap reaktif atau menunggu pengumuman.
Editor : M. Erizal