KEGAGALAN Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 sangat menyesakkan. Dengan skuad mewah yang sebagian besar berisi para pemain diaspora, kegagalan ini dianggap tak wajar. Pasukan John Herdman hanya bisa menang atas dua tim lemah, Kamboja dan Timor Leste dalam babak penyisihan Grup A. Saat menghadapi Vietnam di kandang sendiri, Stadion Pakansari, kalah 0-3. Dalam pertandingan terakhir menghadapi tuan rumah Singapura di Stadion Jalan Besar, Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1.
Hasil yang jauh dari espektasi tinggi yang dicanangkan PSSI dengan target juara. Kenyataan ini sama dengan dua tahun lalu, 2024, ketika pasukan Shin Tae Yong (STY) juga tersingkir di babak penyisihan. Bedanya, karena prioritas lolos ke Piala Dunia 2026, PSSI mengirim tim U-21. Hanya Asnawi Mangkualam (25 tahun) dan Pratama Arhan (22 tahun) yang berusia di atasnya. Meski begitu, memperlihatkan permainan spartan, termasuk hanya kalah 0-1 di kandang Vietnam yang akhirnya menjadi juara. Permainan dari kaki ke kaki khas STY terlihat meski akhirnya juga gagal ke semifinal.
Hal itu berbeda dengan timnas sekarang yang dipoles Herdman. Meski menang atas Kamboja dan Timor Leste, sejatinya permainan Indonesia membosankan. Tak terlihat determinasinya, mudah dipatahkan, bermain cenderung bola long pass, kepayahan saat kena serangan balik, dan kesulitan mengembangkan permainan saat ketinggalan. Dalam posisi itu, pendukung sepakbola Indonesia –terlihat dari ribuan unggahan di media sosial—merindukan kembalinya STY.
Baca Juga: 4 Fakta Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF, Bukan Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup
“Saat ditangani STY, antusias kita begitu tinggi. Biarpun akhirnya kalah, kita tetap puas lihat permainannya,” tulis akun @ha_nusa di Instagram.
Akun lainnya, @w_lia menulis bahwa STY memang tak memberi gelar apa-apa untuk timnas Indonesia, tetapi selama lima tahun di melatih, timnas Indonesia tumbuh signifikan, baik dari sisi permainan, ketahanan fisik, banyak memunculkan talenta muda, dan mendorong para pemain asli Indonesia untuk berkarir di luar negeri. Ini sebaliknya dengan kondisi sekarang. Justru banyak pemain diaspora yang bermain ke Liga Indonesia yang menurunkan kualitas mereka. Tim Piala AFF yang ditangani Herdman sekarang berisi pemain-pemain diaspora yang bermain di Indonesia.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gugur di Fase Grup Piala AFF 2026, Kapten Rizky Ridho Sampaikan Hal Ini
“Kita akhirnya kembali ke setelan pabrik,” tulis akun tersebut.
Masih ada ribuan akun yang berkomentar dan menginginkan kembalinya STY untuk menangani Indonesia meski mereka tahu STY saat ini sudah melatih Persija Jakarta. Kebanyakan akun tersebut juga masih kesal dan mengkritik pemecatan STY dua tahun lalu ketika gagal membawa Indonesia ke semifinal AFF 2024 dan diganti Patrick Kluivert. Di tangan legenda Belanda itu, Indonesia justru gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan itu dianggap blunder oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Exco PSSI.
Pun dengan kegagalan saat ini. Diperkuat Tom Haye, Ivar Janner, Mit chell Baker, Marc Klok, dan sekian pemain diaspora lainnya plus pemain-pemain yang dianggap terbaik dari Liga 1, Indonesia juga gagal, dengan permainan yang di bawah espektasi dan membosankan. Banyak netizen yang bertanya, “Apakah John Herdman dipecat setelah gagal tahun ini seperti ketika Tuan Erick (Thohir) memecat STY? Padahal ketika itu, PSSI yang menginginkan tim U-21 dikirim.”
Yang menarik, netizen juga merujak akun Instagram Timnas Indonesia yang belum mengunggah hasil akhir melawan Singapura yang berakhir imbang 1-1 hingga Sabtu (8/8/2026) siang. Akun resmi pasukan Garuda itu hanya mengunggah hasil babak pertama Singapura vs Indonesia dengan skor 0-0 di feed atau halaman utama. Hasil akhir 1-1 hanya diunggah lewat story. Situasi ini memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar mempertanyakan alasan Instagram Timnas Indonesia tak mengunggah hasil akhir 1-1 di halaman utama.
“Masih half time di Singapura?” tulis salah satu netizen memberi sindiran. “FT nggak muncul biar nggak dihujat?” timpal akun lainnya. “Kebiasaan kalau kalah atau gagal lolos nggak di-upload,” ujar warganet lainnya.
Sementara itu, akun Instagram PSSI malah tidak mengunggah sama sekali hasil pertandingan Timnas Indonesia kontra Singapura. Halaman utama Instagram PSSI masih dipenuhi unggahan Piala Presiden 2026. Meski demikian, netizen tetap membanjiri komentar unggahan terakhir di halaman utama.
“Kok gagal total nggak post nih?” tulis salah satu akun. “Tidak usah bicara soal Piala Dunia kalau di Asia Tenggara aja keok,” cetus warganet lainnya.(muh)
Editor : Bayu Saputra