PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pembukaan Pameran Tunggal Ckwnda: CONTEXT pada Rabu (9/9) malam di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru langsung membukukan penjualan tiga karya. Lukisan abstrak berjudul "Keluasan" dengan ukuran 85x45 cm dan lukisan berjudul "Tidak Ada Judul" ukuran 50 x 60 cm tersebut dibeli oleh Darma FS, Ketua HSBI Riau dan satu lukisan dengan judul dan ukuran yang sama dibeli oleh Ketua Rumah Sunting.
Kepala Galeri Hang Nadim (GHN) Furqon Elwe dalam elu-eluannya mengatakan bahwa GHN terus mengupayakan kondisi ekosistem seni rupa yang ideal di Pekanbaru dan Riau pada umumnya.
“Galeri sebagai salah satu elemen di dalamnya terus membangun wacana pasar dan pasar wacana di setiap peristiwa seni. Agustus lalu divisi art dealer GHN berhasil menjual tujuh lukisan yang dipajang di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kolektornya penyuka seni dari Australia,” ujarnya.
Baca Juga: UHTP Sambut 983 Mahasiswa Baru pada PKKMB
Selain berorientasi pasar seni rupa, GHN juga acap menggelar diskusi seni, merangkul penulis serta melibatkan media untuk menulis peristiwa pameran sebagai upaya membangun ruang diskursus dan literasi visual sebagai implementasi pasar wacana.
Sementara itu, perupa Winda yang akrab disapa Cak Winda/Ckwnda dalam kuratorial singkatnya mengatakan bahwa CONTEXT adalah pameran tunggal pertamanya.
“30 karya abstrak yang dipamerkan adalah visualisasi dari olah rasa saya yang mencoba mengulik huruf sebagai objek abstrak. Negeri Melayu ini adalah negeri sastra, gudangnya sastrawan, di mana huruf menjadi kata. Kata menjadi kalimat, kalimat menjadi hikayat, puisi, pantun, syair dan seterusnya yang akhirnya melahirkan makna. Dalam konteks itulah saya mencoba memahaminya dengan pendekatan seni rupa,” papar Cak Winda.
Baca Juga: Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Series Hadirkan Inovasi
Pembukaan pameran ditandai dengan coretan di kanvas oleh Ridho Ikhsan, seorang tokoh muda Riau, Kristanto Juniardi kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau serta Anton W Putra, sekretaris Dinas Kebudayaan Riau. Ridho yang juga didaulat memberikan elu-eluan mengatakan sangat mendukung upaya membangun ekosistem seni.
“Saya sepakat bahwa ekosistem seni yang ideal mesti melibatkan banyak pihak. Termasuk memunculkan kolektor-kolektor karya seni,” kata Ridho yang juga telah mengoleksi lukisan Cak Winda.(sol)
Editor : Arif Oktafian