Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jamin Kebebasan Sipil, Ganjar-Mahfud Janji Tak Akan Antikritik

Edwar Yaman • Senin, 27 November 2023 | 04:28 WIB
Ganjar Pranowo menginap di rumah Mbah Sumadi di Desa Tanjung Alam, Asahan, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/11/2023). 
Ganjar Pranowo menginap di rumah Mbah Sumadi di Desa Tanjung Alam, Asahan, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/11/2023). 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjamin kebebasan sipil. Pasangan capres-cawapres itu memastikan akan menghadirkan sistem demokrasi yang efektif dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan.

Ganjar-Mahfud dalam visi misi menggagas demokrasi substantif. Pasangan capres-cawapres, Ganjar-Mahfud menjamin kebebasan berpendapat, berekspresi, berserikat, dan menyebarkan informasi untuk dapat mewujudkan kehidupan sipil yang bebas dan bertanggung jawab.

Pengamat politik Fernando Emas Sitorus meyakini, pasangan Ganjar-Mahfud tak antikritik terhadap masukan dan aspirasi masyarakat. Sebab, keduanya yang berlatar belakang hukum memahami bagaimana cara menerima dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

"Pak Ganjar beliau itu tidak antikritik, karena apa? Pada saat sekarang beliau bisa mengkritik, tentunya ketika beliau menjadi pemimpin nanti, siap untuk dikritik oleh siapapun termasuk internalnya," kata Fernando seperti dikutip Jawapos.com (Jawa Pos Group), Ahad (26/11/2023).

Fernando mengungkapkan bahwa Ganjar-Mahfud sangat siap menjadi pemimpin ke depan. Sebab, keduanya menjamin kebebasan sipil dalam menyuarakan pendapatnya.

"Saya melihat ini sesuatu yang wajar saja, ini bagian yang menunjukkan Pak Ganjar siap untuk menjadi pemimpin yang akan datang," tegas Fernando.

Sementara itu, capres Ganjar Pranowo mengaku setiap berkeliling ke seluruh Indonesia, banyak mendengar saran dan masukan dari masyarakat, termasuk masyarakat adat. Problemnya hampir sama, tentang konflik agraria, SDM, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

"Saya mencatat semua masukan dan saya sadar betapa amanat ini sangat berat. Saya tidak akan mampu kalau berjuang sendiri, saya baru mampu jika mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat adat," ucap Ganjar saat bertemu organisasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat di Pontianak, Ahad (26/11).

 Karena itu, Ganjar meminta apa yang menjadi problem di tengah-tengah masyarakat dapat ditulis dan disampaikan padanya sebagai bekal penentuan kebijakan ke depan. Ia juga berharap, ada roadmap penyelesaian yang diharapkan masyarakat, agar kebijakan yang nantinya diambil bisa sesuai harapan.

"Mari bersama kita bekerja, kita selesaikan apa yang selama ini menjadi persoalan. Berikan saya kritikan, masukan agar kebijakan ke depan sesuai yang kita harapkan. Karena saya punya pengalaman selama menjadi anggota DPR dan menjadi gubernur, kebijakan yang terbaik adalah berasal dari masukan rakyat," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman

 

Editor : RP Edwar Yaman
#pilpres 2024 #indeks demokrasi indonesia #ganjar pranowo #antikritik #ganjar mahfud