JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak akan hadir dalam perayaan HUT PDI Perjuangan (PDIP). Belum lama ini calon presiden (capres) 03 Ganjar Pranowo beri komentar terkait kabar itu. Seperti yang diketahui, HUT ke-50 PDI Perjuangan akan berlangsung pada Rabu (10/1/2024) besok.
Menanggapi ketidakhadiran Presiden Jokowi dalam acara HUT PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo tidak mempersoalkan hal tersebut. Pasalnya, jika Jokowi tak hadir dalam perayaan hari ulang tahun Partai Banteng, pidato akan disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Presiden Jokowi yang disebut tak hadir dalam HUT PDIP, mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga mengatakan bahwa pihaknya mendengar bahwa sang Presiden akan melakukan lawatan ke luar negeri.
"Katanya mau ke Filipina," terang Ganjar Pranowo usai bertemu nelayan di kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/1/2024) dikutip dari Jawapos.com.
Menurutnya, kunjungan Jokowi ke luar negeri merupakan tugas negara yang penting. Sehingga tidak menjadi masalah jika presiden tak hadir dalam HUT PDIP.
Alih-alih menghadiri acara ulang tahun partai, tugas negara disebut Ganjar harus didahulukan.
"Kalau beliau mau kunjungan ke luar negeri, ya saya kira urusan negara nomor satu," terang mantan anggota DPR RI itu.
Ketika ditanya apakah dirinya akan hadir dalam perayaan HUT PDIP, Ganjar memastikan akan hadir dalam acara tersebut.
"Datang dong," ucapnya singkat.
Dilansir dari laporan JawaPos.com sebelumnya, Jokowi telah disebutkan bahwa besar kemungkinan tidak akan hadiri perayaan HUT PDIP. Sebab, dia akan melaksanakan tugas ke luar negeri. Pernyataan itu disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, pada Jumat, (5/1/2023) lalu.
Menurut Ari, presiden berencana mengunjungi sejumlah negara di Asia Tenggara.
"Ada rencana ke beberapa negara ASEAN nanti saya update ke teman teman lagi kepastiannya," katanya.
Ari mengatakan, kunjungan kerja ke luar negeri itu sudah dijadwalkan sejak lama. Dia membantah, jika lewat ke luar negeri tersebut dianggap untuk menghindari perayaan HUT PDIP.
Editor : RP Edwar Yaman