Berkaca dari quick count dan perhitungan website KPU, Partai Golkar diprediksi bisa meraih posisi ketua DPR. Perolehan suara Partai Golkar sejauh ini sebesar 15,12 persen dan hanya selisih 1,4 persen dari PDI Perjuangan di posisi puncak.
Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting Husaini Dani mengatakan, dalam sejumlah hasil hitung cepat lembaga survei, PDIP masih menduduki posisi puncak perolehan suara, sementara di posisi kedua Partai Golkar terus menempel.
Baca Juga: Idrus Marham Ingatkan JK Tak Bawa-Bawa Golkar untuk Bertemu Megawati
"Melihat lonjakan suara Partai Golkar di Pileg 2024 yang naik cukup signifikan, bukan tidak mungkin Partai Golkar bisa menyalip perolehan kursi PDIP dan menjadi pemenang di Pileg 2024," kata Dani kepada wartawan, Senin (26/2) lalu.
Apalagi, kata Dani, dalam penetapan posisi ketua DPR itu masih menggunakan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Di mana yang menjadi Ketua DPR adalah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama.
"Artinya meskipun tidak menjadi pemenang berdasarkan perolehan suara tapi punya perolehan jumlah kursi yang lebih tinggi dilihat dari persebaran wilayah maka berpotensi besar untuk menjadi Ketua DPR," kata Dani.
Baca Juga: Republik Pecah, Kursi Ketua DPR AS Kosong
"Pada posisi ini Partai Golkar punya chance besar menjadi ketua DPR karena sebaran wilayah suara partai ini unggul dari PDIP," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi