"Proses yang kita jalankan dalam rangka melakukan konsolidasi, menyusun strategi, langkah-langkah pemenangan pemilu mengalami gangguan di sana-sini. Bukan hanya secara internal, tapi juga eksternal," kata AHY di Jakarta Selatan, Sabtu (23/3).
AHY mengungkit kondisi partai saat diterpa masalah di internal pada 2010-2013 membuat suara Demokrat pada 2014 turun drastis lebih dari 50 persen. Kondisi serupa juga dialami oleh partai lain yang mengalami perpecahan di internalnya.
Baca Juga: Benny: Salaman Moeldoko-AHY Tak Menandakan Perdamaian
Pada 2021 ini, kata AHY, Demokrat juga kembali digoyang oleh isu pengambilan alih partai oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Namun, upaya tersebut gagal, dan PTUN menetapkan kepengurusan AHY yang sah.
"Nah kita tahu di periode 2021 hingga 2023 kemarin, Partai Demokrat juga mengalami gangguan. Bukan hanya internal tapi juga eksternal. Upaya pembegalan partai," kata AHY.
Upaya-upaya ini berhasil dilewati oleh Demokrat. Sehingga partai bisa kembali fokus menjalankan agenda partai menghadapi pemilu 2024.
Baca Juga: KPU Inhu Tuntas Gelar Rapat Pleno, NasDem Unggul 7 kursi. PKB, Golkar dan Demokrat Sama-sama 5 kursi, Ini Daftar Lengkapnya
"Alhamdulillah Tuhan melindungi kita semua, alih-alih partai kita hilang, dirampas atau bahkan dibuat supaya tidak lulus tidak lolos PT, tapi partai kita bahkan menjadi semakin solid dan semakin kuat," ucap AHY.
"Di masa itu ketika sorotan publik diarahkan kepada Demokrat, ada harapan-harapan tertentu dari rakyat bagi Partai Demokrat sehingga ada sejumlah potret peningkatan elektabilitas Partai Demokrat yang cukup siginifikan ketika itu. Bahkan, ada yang memotret kita double digit," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi