Ganjar memilih berada di luar pemerintahan. Ia menegaskan, keputusan itu tetap terhormat meski dirinya menjadi oposisi. "Kalau itu sudah saya jawab berkali-kali, biar bedakan antara sikap politik dengan penghormatan kepada pemenang. Saya menghormati pemenang tapi sikap politik saya, lebih baik kami di luar," kata Ganjar di Sleman Jogjakarta, Kamis (25/4).
Meski dirinya merupakan kader PDI Perjuangan, kata Ganjar, dirinya tak tahu keputusan partai berlambang kepala banteng moncong putih, terkait langkah dinamika politik ke depan.
Baca Juga: Bukan hanya Ganjar-Mahfud, PDIP dan Ketua DPR Puan Maharani Tak Hadiri Penetapan Kemenangan Prabowo-Gibran
Namun, ia berpendapat jika mendengar sikap dan keterangan Megawati Soekarnoputri bahwa PDIP dimungkinkan bakal menjadi oposisi. "Belum memutuskan, tetapi kalau saya lihat statement nya Bu Mega, saya rasanya iya, diluar pemerintahan," tegasnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebelumnya resmi menetapkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno yang digelar secara terbuka di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).
Ketua KPU RI Hasyim Asyari membacakan berita acara penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yang dihadiri secara langsung oleh Prabowo dan Gibran. Adapun berita acara itu berdasarkan nomor 252/PL.01.9-BA/05/2024 tentang Penetapan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi