PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki masa kampanye pilkada 2024 mulai hari ini, para Calon Gubernur Riau (Cagubri) mulai bergerak. Cagubri nomor urut 1 Abdul Wahid mengunjungi bazar wisata kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. Dalam kesempatan itu Abdul Wahid takjub dengan UMKM yang ramai pengunjung, dominan anak-muda.
“Ini luar biasa, anak-anak muda kreatif, punya semangat wirausaha yang dominan membuka tenan UMKM, pengunjungnya juga anak-anak muda,” katanya.
Saat mengelilingi bazar, Wahid juga disambut Ketua Forum Pedagang Wisata Kuliner Budi Adi Darma beserta pengurus. Budi bercerita kepada Abdul Wahid, saat merintis pasar wisata kuliner disini cukup banyak tantangan, bermula dari banyaknya aspirasi para pedagang untuk disediakan tempat berjualan.
“Awal merintis disini cukup sulit, terutama soal izin, sementara saya banyak mendapat aspirasi agar mereka disediakan tempat,” ungkap Budi.
Abdul Wahid kemudian mampir dan disambut pemilik tenan jajanan kuliner yang bernama Rido, diajak mencoba meracik minuman teh tarik dengan brand teh tarik arion.
Wahid mengatakan teh tarik merupakan minuman kesukaannya. “Saya memang suka teh tarik, malam ini kita coba meracik sendiri,” ujarnya.
Selama ia menjadi anggota DPR RI, terutama berada di Komisi XI, banyak program kemitraan dilaksanakannya bersama BI. “Memang banyak UMKM yang kita bantu setiap tahunnya, melalui program kemitraan terutama saat di Komisi XI dan malam ternyata ada yang berkembang, kita doakan terus maju,” jelas Wahid.
Nasir-Wardan Mohon Dukungan
Sementara itu Calon Gubernur Riau nomor urut 2 H Muhammad Nasir meminta kepada 4.827.022 jiwa pemilih Riau yang terdaftar di DPT untuk mengantarkannya menjadi gubernur pilihan periode 2024-2029.
Bersama pasangannya H Muhammad Wardan dengan nomor urut 2, mereka menegaskan sudah punya program-program yang mampu mengangkat kesejahteraan dan kemakmuran dengan program Riau Emas-nya dan siap dijalankan jika diberikan mandat memimpin Riau.
Calon Wakil Gubernur Riau H Muhammad Wardan mengatakan, deklarasi ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menciptakan proses Pilkada yang damai, kondusif, jujur dan adil.
Menurutnya, gelaran akbar ini akan melibatkan jutaan pemilih di seluruh penjuru Provinsi Riau. Tentunya menuntut semua pihak untuk menjaga integritas, profesionalitas dan netralitas.
“Dengan semangat kebersamaan, kita akan buktikan bahwa Provinsi Riau mampu melaksanakan pesta demokrasi ini dengan penuh martabat dan kehormatan,” ujar Wardan.
Tak lupa, Wardan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kampanye serta mengedepankan prinsip-prinsip kejujuran, fair play dan saling menghargai antar sesama peserta Pilkada.
“Jangan biarkan isu-isu provokatif ataupun tindakan anarkis merusak proses demokrasi yang sedang kita jalani. Jangan saling menjelekkan dan menyebar hoaks di media sosial. Kalau ada kabar yang tidak benar, cukup diluruskan tanpa harus saling memburukkan,” kata Wardan.
Syamsuar Temui Tim Relawan Suwai Rohul
Adapun Calon Gubernur Riau no urut 3 Syamsuar menemu tim relawan Suwai di Roahul. Menurutnya karena ingin Riau lebih maju dan bermartabat, warga yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), membentuk relawan Syamsuar-Mawardi (Suwai). Pasca terbentuk, para relawan kemudian meminta arahan dari Syamsuar yang diusung Partai Golkar dan PKS.
“Kami mohon arahan dari Pak Syamsuar. Perlu kami sampaikan juga bahwa setiap anggota Suwai berasal dari setiap kecamatan. Di Kabupaten Rohul ada 16 kecamatan dan di setiap kecamatan ada tim Suwai,” kata Ketua Relawan Suwai Rohul Haji Hamulian.
Di zaman Pak Syamsuar menjadi Gubernur Riau, ungkap Hamulian, Rohul adalah penerima bantuan APBD Riau terbesar kedua.
“Ini adalah bentuk kepedulian Pak Syamsuar, jadi sangat tepat jika kita membantu Pak Syamsuar,” ucap Hamulian.
Pengurus Suwai Provinsi Riau, Mewahidin, pada kesempatan itu mengatakan, dalam tim perlu koordinasi yang intens terhadap situasi di lapangan.
“Kita tidak perlu muluk-muluk, kita rangkul saja dulu keluarga terdekat, mulai isteri anak dan saudara lainnya. Kita bergerak jangan menunggu arahan, berbuat terus dan jangan pernah mengenal rasa lelah,” ucap Mewahidin yang menjadi 6 koordinator daerah termasuk Rohul.
“Alhamdulillah, dan terima kasih karena warga dengan kesadaran sendiri membentuk relawan. Tentunya, relawan ini paham betul dengan karakter daerahnya sehingga mudah melakukan sosialisasi,” kata Syamsuar.(fiz)
Editor : Rindra Yasin