JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Rencana koalisi permanen yang digagas Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden RI, Prabowo Subianto dinilai mengarah pada rencana calon tunggal presiden pada 2029. Setidaknya, koalisi besar dan permanen itu akan sangat kuat sehingga tidak mungkin muncul calon lain yang bisa mengimbangi. Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan keraguannya soal wacana koalisi permanen yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto terhadap partai pendukungnya saat ini.
Djarot menilai bahwa politik sangat bergerak dinamis. Menurut dia, rakyat memiliki kedaulatan untuk menentukan pilihan dalam politik.
“Politik sangat dinamis, dan kita serahkan kepada rakyat yang punya kedaulatan tertinggi,” kata Djarot saat dihubungi, Senin (17/2).
Menurut dia, publik akan melihat apakah semua partai pendukung akan kembali mengusung Prabowo empat tahun lagi atau pada Pilpres 2029. Namun, dia meyakini tidak akan ada calon tunggal pada pilpres.
“Kita akan lihat apakah semua partai konsisten, empat tahun lagi, mengusung Prabowo di Pilpres 2029,” kata Djarot.
“Hampir mustahil kalau pilpres hanya diikuti calon tunggal,” imbuhnya.
PDIP saat ini menjadi satu-satunya partai yang berada di luar pemerintahanan Prabowo-Gibran. Sedangkan, partai lain yang berhadapan dengan Prabowo di Pilpres 2024 telah berbalik mendukung mantan menhan itu.
Sementara, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mempertanyakan batas waktu koalisi permanen. Sebab, dia meyakini permanen dalam politik tetap memiliki batas.
“Kalau bisa permanen baik, tapi permanen sampai berapa waktu? Pasti ada batas waktunya, apakah dua kali pemilu, tiga kali pemilu, empat kali pemilu, lima kali pemilu,” tuturnya.
“Sebelumnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut Prabowo menawarkan membentuk koalisi permanen kala silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor pada Jumat (14/2).
“Intinya memperkuat koalisi kita. Pak Prabowo menawarkan koalisi permanen. Pak Prabowo meminta persatuan menjadi kunci utama pemerintahan,” kata Cak Imin usai acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor pada Jumat (14/2).(int/jpg/muh)
Editor : Arif Oktafian