PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Nada optimis keluar dari ucapan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Riau Zul Azhar saat berjumpa bersama sejumlah awak media di Hotel Alpha Pekanbaru, Selasa (27/1/2026) sore.
Zul Azhar bersama pengurus DPW dan para kader baru saja melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dewan Pengurus Pusat (DPP) PBB dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB se-Provinsi Riau.
Zul Azhar bersama pengurus wilayah mendapat tugas untuk berjuang, membangkitkan kembali kekuatan partai berideologi Islam dengan lambang bulan sabit itu di Riau. Apalagi pada rakor itu turut hadir ketua umum, sekretaris jenderal dan juga bendahara umum partai.
Terlebih Ketua Majelis Syuro DPP PBB Muhammad Saltut, yang turut hadir, merupakan orang Riau. Hal ini menjadi sokongan besar bagi Zul Azhar menjalankan mandat partai yang berada di bawah binaan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra itu.
"PBB pernah besar di Riau, membangkitkan kembali kekuatan partai ini, dengan dukungan DPP, Dewa Syuro dan para kader, bukan sebuah pekerjaan yang mustahil," ungkapnya.
Dukungan langsung juga datang dari Ketua Majelis Syuro DPP PBB Muhammad Saltut. Pada kesempatan yang sama ia menegaskan siap mendukung penuh upaya partai. Ia bersama Zul Azhar bahkan telah menyusun sejumlah langkah konsolidasi.
"Kita sudah mulai mendatangi tokoh-tokoh dari organisasi pendiri partai ini di Riau. Saya sebagai penjaga ideologi partai ini memastikan, PBB berlandaskan Islam. Kita sudah mendatangi tokoh-tokoh organisasi Islam demi kembali membangun kekuatan partai," katanya.
Muhammad menyebutkan, PBB pada masanya bahkan punya wakil di Senayan. Ia optimis, dengan organisasi partai yang solid hingga akar rumput, kejayaan partai ini akan kembali.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum PBN Gugum Ridho Putra. Didampingi Sekjen DPP Yuri Kemal Fadhlullah Mahendra dan Bendahara Umum Ali Reza Mahendra, Gugum bahkan telah membicarakan strategi partai untuk menghadapi pemilu mendatang.
"Kami sudah mendengarkan kesiapan DPW untuk mengarungi perhelatan demokrasi, pemilu, baik secara nasional maupun pemilu di tingkat lokal," ujarnya.
Rakor itu sendiri menurut Gugum merupakan konsolodiasi sekaligus bertukar pikiran dengan DPW hingga DPC tentang tantangan dan arahah maju partai ke depan. Selain pembenahan internal partai secara organisasi, implementasi strategi juga menjadi isu serius yang dibahas dalam rakor. "Target kita bagaimana mengembalikan Partai Bulan Bintang ke kursi parlemen (DPR RI, red)," tegasnya.
Target itu tidak hanya akan diupayakan PBB lewat internal partai, tapi dari semua jalur yang diperlukan. Termasuk upaya ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus atau setidaknya menurunkan parliamentary thershold.
Dalam upaya ini, PBB menurut Gumgum, tidak sendiri, tapi turut berjuang bersama partai-partai non parlemen. Bahkan sekretariat bersama telah pula terbentuk untuk perjuangan ini. "Kita menyusun strategis bagaimana bisa kembali ke parlemen, salah satunya mengupayakan nominal parliamentary thersold ke angka 1 persen, syukur-syukur tidak jauh. Perjuangan parliamentary thersold bukan hanya untuk PBB saja, tapi juga hak untuk semua partai," sebut Gumgum yang diamini Sekjen DPP Yuri Kemal Fadhlullah Mahendra.
Disinggung soal peluang partai mengembangkan sayapnya kepada para pemilih muda, gen-Z yang kini menjadi bagian bonus demografi di Indonesia, Bendahara Umum Partai Ali Reza Mahendra memastikan, hal itu tidak akan dikesampingkan partai.
"Tentu itu menjadi perhatian kita. Ini sebenarnya menjadi tantangan bagaimana anak muda kita punya kesadaran berpolitik. Namun kita punya organisasi sayap partai yang bisa diandalkan di bidang kepemudaan. Ini akan menjadi perhatian serius partai ke depannya," ujar putra Yusril Ihza Mahendra ini.
Editor : Rinaldi