Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

SKK Migas Sebut Lifting Minyak 605,3 MBOPD di RDPU DPR RI

jpg • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:27 WIB

Djoko Siswanto
Djoko Siswanto


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, produksi atau lifting minyak pada tahun 2025 mencapai rata-rata 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD) atau 100,05 persen dari target APBN.

“Produksi atau lifting kita di tahun 2025 Alhamdulillah ini bisa mencapai, bahkan melebihi sedikit target APBN,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut Djoko, angka 605,3 MBOPD ini adalah termasuk daripada komponen natural gas liquids (NGL) yang seterusnya dapat diproduksi menjadi LPG. “Namun demikian, kalaupun kita tidak memasukkan NGL, Alhamdulillah yang kita selama sembilan tahun terakhir tidak pernah naik produksinya, kita sudah melebihi milestone, di situ tidak turun, kemudian bahkan naik. Itu kalau kita bandingkan dengan tanpa NGL,” katanya.

Djoko juga menyampaikan, untuk lifting gas  2025 rata-rata mencapai angka 951,8 MBOEPD atau 964 MMSCFD. Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan 110 wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2026, dalam rangka mencapai target produksi 1 juta barel minyak bumi pada 2029.

Angka tersebut lebih tinggi dari jumlah blok migas yang ditawarkan oleh Kementerian ESDM pada 2025, yakni sebanyak 75 blok. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, anggota-anggota Indonesia Petroleum Association (IPA) menyatakan minat untuk turut meningkatkan eksplorasi dan meningkatkan produksi minyak di Indonesia.

Editor : Arif Oktafian
#apbn #rdpu #skk migas