PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.303 suspek campak di Provinsi Riau pada awal tahun 2026. Data tersebut didapat sejak awal Januari hingga Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus terbanyak ditemukan pada pekan pertama Januari yakni 184 suspek, kemudian pekan kedua dengan 149 suspek, pekan ketiga dengan 155 suspek dan pekan terakhir Januari sebanyak 125 suspek.
‘’Memasuki pekan kelima atau pekan pertama Februari temuan suspek sedikit menurun, yakni 117 kasus,’’ kata Zulkifli, Jumat (10/4).
Kemudian, pada pekan keenam ditemukan 91 suspek, pekan ketujuh sebanyak 98 suspek, pekan kedelapan sebanyak 100 suspek.
‘’Memasuki Maret atau pekan kesembilan 2026 ditemukan 124 suspek, pekan kesepuluh sebanyak 111 suspek dan pekan kesebelas sebanyak 49 suspek,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Kuansing Sempat Terjadi KLB Campak, Kini Dinas Kesehatan Siap Siaga
Dikatakannya, beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini di antaranya ruam, panas tinggi, mata merah, batuk dan pilek. Zulkifli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak. Dikatakannya, campak dapat terjangkit pada semua kelompok usia.
‘’Semua kelompok usia dapat terjangkit. Namun, risiko kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuh yang masih rendah,’’ ujarnya.
Diungkapkannya, berbagai pencegahan dapat dilakukan masyarakat dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, isolasi mandiri di rumah jika anak menunjukkan gejala dan memeriksakan diri ke dokter jika gejala memburuk.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Pratiningsih mengatakan, sebagai kewaspadaan penyakit campak kepada tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan RSUD Arifin Achmad pihaknya selalu mencanangkan kepada nakes yang berisiko tinggi selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU).
‘’Saat MCU itu juga dipastikan vaksinasi para tenaga kesehatan tersebut. Karena vaksin ini juga merupakan hal penting untuk pencegahan,’’ ujarnya.(hen)
Editor : Bayu Saputra