PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - DPRD Provinsi Riau menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Riau Kaderismanto, sebagai bentuk komitmen legislatif dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Kaderismanto menegaskan, DPRD Riau sejalan dengan upaya pemprov dalam menggali dan meningkatkan potensi PAD dari berbagai sektor. Menurutnya, optimalisasi PAD menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“DPRD Riau mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan pemerintah provinsi dalam meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah. Ini penting untuk memperkuat kemandirian daerah,” ujarnya, Senin (13/4).
Baca Juga: GP Ansor Berkomitmen Jaga Persatuan
Selain itu, DPRD Riau juga mendukung rencana Plt Gubernur Riau yang akan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda) dalam upaya optimalisasi PAD. Keterlibatan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan setiap potensi pendapatan dapat dimaksimalkan secara efektif.
Tak hanya itu, DPRD Riau saat ini juga tengah menggesa kinerja Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi PAD. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pembahasan serta menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Pemprov Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar rapat Optimalisasi PAD Riau, Ahad (12/4).
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyebutkan, agenda tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi daerah.
Baca Juga: DPRD Kampar Bahas Ikan Mati di Sungai Tapung, Undang Pihak Perusahaan Rapat Dengar Pendapat
“Pertemuan ini memiliki arti yang sangat penting bagi kita semua, dalam mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, serta memastikan pembangunan Provinsi Riau dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata SF Hariyanto.
Ia menekankan, penguatan pendapatan daerah merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Di tengah dinamika global dan tekanan terhadap fiskal nasional, menurutnya, daerah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.
“Kita harus berdiri lebih kuat dengan mengoptimalkan potensi kita sendiri. Jika seluruh potensi ini dapat kita kelola dengan baik, maka PAD Provinsi Riau berpotensi meningkat hingga sekitar Rp5 triliun. Ini bukan angka kecil,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Bulan, 1.303 Suspek Campak Ditemukan di Riau
SF Hariyanto juga menegaskan bahwa optimalisasi PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah, melainkan kerja bersama lintas sektor.
“Mulai dari perizinan, pengawasan lapangan, penegakan hukum, hingga kebijakan fiskal, semuanya harus bergerak dalam satu arah. Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan forkopimda, agar setiap potensi yang ada benar-benar dapat menjadi penerimaan yang nyata bagi daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap rapat tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, melainkan mampu menghasilkan kesepakatan konkret dengan linimasa yang jelas serta komitmen bersama untuk segera ditindaklanjuti.
“Saya percaya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh unsur forkopimda, kita tidak hanya mampu meningkatkan PAD, tetapi juga membangun tata kelola keuangan daerah yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan,” pungkasnya.(gem)
Laporan AFIAT ANANDA
Editor : Arif Oktafian