Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Puan Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan 

jpg • Jumat, 17 April 2026 | 10:45 WIB
PUAN MAHARANI. (JPG)
PUAN MAHARANI. (JPG)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini dapat menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk beralih ke penggunaan kemasan berbahan alami yang lebih ramah lingkungan. 

Menurut Puan, meski plastik masih dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, material tersebut memiliki beban ekologis yang tinggi. Oleh karena itu, kenaikan harga plastik justru bisa menjadi titik awal perubahan menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.

“Kalau kita lihat dari sisi lain, kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4).

Namun demi­kian, Puan tidak menampik bahwa kondisi ini memberi tekanan cukup besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman yang selama ini bergantung pada kemasan sekali pakai. 

Ia menilai lonjakan harga plastik yang terjadi hingga berkali lipat, ditambah dengan pasokan yang mulai sulit diperoleh, membuat pelaku usaha kecil semakin terhimpit secara ekonomi. “Harga plastik yang melonjak dan pasokan yang terbatas membuat pelaku usaha kecil yang bekerja dengan margin tipis semakin kesulitan,” jelasnya.

Baca Juga: Ingatkan Menhaj soal War Ticket Haji 

Sebagai solusi, Puan mendorong agar pelaku usaha mulai kembali memanfaatkan kemasan berbasis kea­rifan lokal. Ia mencontohkan penggunaan bahan alami seperti daun pisang dan daun jati yang sejak dulu telah digunakan sebagai pembungkus makanan. 

Di sejumlah daerah, te­rutama di Jawa Tengah, kemasan alami masih banyak dijumpai pada makanan tradisional seperti nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek. Bahkan, menurutnya, penggunaan bahan alami tertentu justru mampu meningkatkan kualitas makanan. 

“Beberapa jenis makanan justru lebih awet dan aro­manya lebih harum jika menggunakan kemasan alami seperti daun pisang, misalnya untuk lontong atau lemper,” tambahnya.

Lebih lanjut, Puan menilai penggunaan kemasan organik tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai jual produk.

Selain itu, langkah tersebut dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan. “Kemasan organik yang berbasis kearifan lokal juga merupakan bagian dari inovasi ekonomi kreatif. Kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga melestarikan budaya,” tuturnya.

Baca Juga: DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPj 2025

Untuk mewujudkan hal tersebut, Puan meminta kementerian dan lembaga terkait menyiapkan sistem yang matang, termasuk regulasi serta sosialisasi yang masif kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Ekonomi Kreatif, guna menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha.

“Pemerintah harus hadir memberikan dukungan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi pelaku usaha dan konsumen. DPR akan menjalankan fungsi pengawasan se­suai kewenangan,” tegasnya.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#LONJAKAN HARGA PLASTIK #ramah lingkungan #dpr ri #umkm #puan maharani