Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

DPRD Dukung Penuh Penyelesaian Konflik Agraria

Afiat Ananda • Rabu, 22 April 2026 | 12:30 WIB
Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi, serta beberapa unsur pemerintah lainnya saat mengadakan pertemuan membahas konflik agraria di Riau. (HUMAS DPRD RIAU UNTUK RIAU POS)
Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi, serta beberapa unsur pemerintah lainnya saat mengadakan pertemuan membahas konflik agraria di Riau. (HUMAS DPRD RIAU UNTUK RIAU POS)

 

RIAUPOS.CO - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Ahmad Tarmizi menghadiri pertemuan bersama Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait konflik agraria dan tata kelola lahan di Provinsi Riau.
 
Dalam pertemuan ini, berbagai persoalan sengketa lahan dibahas secara komprehensif, mulai dari konflik antara masyarakat dengan perusahaan hingga persoalan yang melibatkan instansi pemerintah. 

Kehadiran DPRD Provinsi Riau dinilai krusial sebagai representasi masya­rakat dalam menyampaikan aspirasi serta mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Cek Tiga Titik Banjir di Kota Pekanbaru, Wako Agung Nugroho Fokus Benahi Drainase dan Sampah

Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu menegaskan, penyelesaian konflik agraria membutuhkan keberanian serta sinergi lintas sektor. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan berpihak pada keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Riau. 

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau serta berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, perusahaan, organisasi, maupun tokoh masyarakat. 

Persoalan konflik agraria di Provinsi Riau kembali menjadi perhatian serius setelah kelompok masyarakat dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar menyampaikan berbagai aspirasi kepada Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI.

Baca Juga: DPRD-Pemprov Riau Sepakati Rekomendasi LKPj 2025 

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan adminis­trasi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, BAM DPR RI mendorong adanya dialog terbuka, transparansi data, serta sinergi semua pihak guna merumuskan langkah penyelesaian yang adil dan berkelanjutan. 

Adian Napitupulu menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima berba­gai aspirasi dari masyarakat terkait kon­flik agraria yang dinilai cukup kompleks dan telah berlangsung lama.

“Kami telah menerima aspirasi dari masyarakat Provinsi Riau, khususnya dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar. Aspirasi yang disampaikan menunjukkan adanya persoalan cukup kompleks dan telah berlangsung dalam jangka waktu yang tidak singkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konflik agraria di Kabupaten Indragiri Hulu berkaitan erat dengan sengketa hak guna usaha (HGU) antara masyarakat dan perusahaan yang telah berlarut-larut. Permasalahan tersebut mencakup ketidakjelasan batas wilayah, transparansi dokumen, serta pelaksanaan kemitraan plasma yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sementara itu, di Kabupaten Kampar, konflik agraria memiliki karakteristik berbeda, yakni adanya tumpang tindih antara kawasan hutan dengan wilayah yang telah lama dikelola masyarakat. Selain itu, terdapat dinamika terkait pemanfaatan izin hutan tanaman industri yang menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian peruntukan.

Adian juga menyoroti pelibatan berba­gai pihak dalam pengelolaan lahan yang berpotensi memunculkan persoalan baru jika tidak diatur secara jelas dan transparan. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya forum dialog sebagai ruang terbuka untuk mencari solusi bersama.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif dan berimbang, di mana setiap pihak dapat menyampaikan pandangannya secara terbuka, sekaligus mencari titik temu yang mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Meranti Berkonsultasi ke DPRD Pekanbaru Terkait LKPj

Ia menambahkan, transparansi data menjadi kunci utama dalam penye­lesaian konflik agraria, terutama yang berkaitan dengan status lahan, batas wilayah, dan perizinan. Hasil dari kunjungan kerja ini nantinya akan menjadi bahan penting bagi BAM DPR RI dalam menyusun rekomendasi kepada DPR RI dan pemerintah pusat.

Dengan adanya sinergi antara DPRD, DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penyelesaian konflik agraria di Provinsi Riau dapat segera terwujud secara adil dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Ahmad Tarmizi menyatakan dukungan penuh terhadap upaya DPR RI dalam penyelesaian konflik agra­ria. DPRD, dikatakan dia, siap berkolaborasi dengan pemerintah dan DPR RI, guna menyelesaikan sengkarut konflik yang ada di Bumi Lancang Kuning.

“Kami sangat mendukung upaya-upaya penyelesaian konflik agraria yang ada,” tegasnya.***


Editor : Arif Oktafian
#dpr ri #Konflik Agrararia #dprd riau