Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kenaikan Pertamax Bakal Guncang Perekonomian Kelas Menengah 

Tim Redaksi • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:35 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Muhamad Ridwan/Jawa Pos)
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Muhamad Ridwan/Jawa Pos)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai berpotensi mengguncang perekonomian kelas menengah. Pasalnya, harga BBM seperti pertamax kini melonjak menjadi Rp16.250 per liter. 

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyi­kapi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai dite­rapkan pada Rabu (10/6) kemarin. Hasto menuturkan kekhawatiran soal dampak kenaikan ini kepada ma­syarakat.

“Ya kalau kita lihat ini kan sebagaimana diungkapkan salah satu media, ini kan mengguncangkan kelas menengah,” kata Hasto ditemui usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6).

Baca Juga: Khawatir Kuota Pertalite Tak Cukup

Hasto menekankan, kenaikan harga BBM seharusnya menjadi opsi paling akhir dalam menyikapi fiskal negara. Ia memahami kenaikan harga BBM semata untuk menekan pendapatan negara dari bukan hasil pajak.

“Kebijakan-kebijakan yang menciptakan multiplier yang begitu luas dalam perikehidupan rakyat seperti kenaikan BBM itu harus dilakukan sebagai suatu opsi yang paling ak­hir,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat membuka mata atas setiap kritik masyarakat. Ia menyebut publik saat ini resah atas kebijakan pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat.

Baca Juga: Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia-Pasifik

“Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, gerakan penghematan secara nasional, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, kritik terhadap MBG yang ternyata juga banyak korupsi di dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah,” cetusnya.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan pertamax green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800 per liter.

Adapun BBM bersubsidi masih dipasarkan dengan harga yang sama, yakni pertalite Rp10.000 per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#pertamax #bbm nonsubsidi #harga bbm