Rehabilitasi Hutan Jadi Program Prioritas
Redaksi • Jumat, 22 Juli 2011 | 07:23 WIB
PEKANBARU (RP) - Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 031/Wirabima, Kol Inf Zaedun berjanji akan jadikan program rehabilitasi kawasan hutan sebagai prioritas dan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial saja.
Hal ini disampaikannya saat penandatanganan kesepakatan kerja sama (Memorandum of Understanding) antara Korem 031/Wirabima dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Indragiri Rokan, di aula Makorem, Kamis (21/7).
‘’Kesepakatan ini sendiri terjadi dilatarbelakangi keprihatinan yang panjang akan kondisi kawasan hutan yang ada di Riau. Saat saya pertama menjabat di Riau, saya langsung melakukan paparan program kerja kepada DPRD Provinsi Riau, salah satunya adalah mengenai penghijauan. Alhamdulillah Panglima TNI merespon baik,’’ urai Zaedun panjang lebar.
Ia melanjutkan, pada tahun ini, Korem 031/Wirabima mendapat lahan yang mau ditanam seluas 4.250 hektare dari 88.000 hektare yang rusak, termasuk di sini, 28.000 hektare yang dirambah masyarakat dan pengusaha. ‘’Dengan kesepakatan ini, kita nantinya akan laksanakan program TMMH (TNI Manunggal Masuk Hutan) untuk menanam kembali hutan kita,’’ ujar Danrem.
Ia menambahkan lagi, melalui kesepakatan ini, Korem telah menyingsingkan lengan baju bersama-sama dengan BP DAS dan Dinas Kehutanan untuk melakukan operasi.
‘’Kita serius dalam melaksanakan ini. Jika nanti di lapangan ternyata ditemukan anggota TNI yang menjadi beking perambah hutan akan kita tindak,’’ tegas Zaedun.
Mengenai perkataannya ini, Danrem memang tidak main-main. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, ia menyayembarakan kepada masyarakat, LSM dan jurnalis untuk dapat melaporkan jika ada anggota TNI yang terlibat dan menjadi baking dalam perambahan di lokasi operasi, yaitu Taman Nasional Tesso Nilo. ‘’Saya sayembarakan. Jika ada anggota TNI yang terlibat memback-up perambahan hutan dan pembalakan liar di kawasan operasi, laporkan kepada saya,’’ tegasnya disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir saat itu.
Program seperti ini sendiri menurut Zaedun adalah sejalan dengan tugas TNI sesuai Undang-undang Nomor 34/2004.
‘’Tugas TNI itu bukan hanya perang saja. tetapi tugas kita juga operasi militer selain perang. Program inilah salah satunya,’’ ujarnya.(*1)
Editor : RP Redaksi