Jalur Sembilan Langkah Tumbangkan Juara Bertahan
Redaksi • Rabu, 27 Juli 2011 | 05:46 WIB
TELUK KUANTAN (RP)- Tanda tanya siapakah yang akan menjuarai pacu jalur iven nasional tahun 2011, terjawab sudah di laga final segitiga yang berlangsung, Selasa (26/7) petang di tepian Narosa Teluk Kuantan. Puluhan ribu pasang mata menjadi saksi sejarah, kalau jalur semata wayang Sembilan Langkah Putri Samudera Desa Banjar Benai membuat kejutan.
Jalur yang baru ‘’turun mandi’’ di tahun 2011 ini, tidak tanggung-tanggung langsung mencopot gelar juara bertahan yang selama dua tahun berturut-turut (2009-2010), di pegang jalur Putih Mandi Mayang Taurai RAPP Desa Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik.
Kenyataan pahit harus ditelan anak pacuan Putih Mandi Mayang Taurai RAPP. Mereka harus mengakui ketangguhan jalur Sembilan Langkah Putri Samudera ini. Dengan begitu, jalur Sembilan Langkah Putri Samudera Desa Banjar Benai Kecamatan Benai keluar sebagai juara I iven pacu jalur nasional 2011. Sedangkan Putih Mandi Mayang Taurai RAPP Desa Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik berada di peringkat II.
Berbagai prediksi marak menjelang dilepasnya perpacuan perebutan juara I dan II. Ini karena Putih Mandi Mayang Taurai RAPP masih memegang gelar juara. Namun berada di lajur sebelah kiri. Sementara jalur Sembilan Langkah Putri Samudera mendapat keuntungan dengan mendapatkan undian bay dan menang menunggu sebelumnya. Hiruk pikuk saat kedua jalur ini berlaga terdengar dari tepian Narosa Teluk Kuantan sepanjang satu kilometer. Putaran final segitiga ini mempertemukan jalur Sialang Soko Putri Mandi dari Kecamatan Peranap, dengan Puti Mandi Mayang Taurai RAPP dari Kecamatan Kuantan Mudik. Sedangkan jalur Sembilan Langkah Putri Samudra dari Kecamatan Benai dengan mudah melaju keputaran final dengan mendapat undian menang menunggu.
Sebelumnya pada laga putaran final hari keempat ini, Jalur Sembilan Langkah Putri Samudra ini berhasil dengan mudah melaju ke putaran kedua setelah di putaran pertama berhasil mengalahkan Jalur Toduang Kuantan dari Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean. Sementara jalur Sembilan Langkah Putri Samudra pada putaran kedua juga berhasil mendapat undian bay atau menang tanpa ada lawan. Begitupula pada aduan ketiga, putaran final segitiga, jalur Sembilan Langkah Putri Samudra kembali memperoleh aduan menang menunggu.
Sementara itu, jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP sang juara dua tahun berturut-turut di iven yang sama harus berusaha dan menguras tenaga pada hari final, hari keempat, mulai dari putaran pertama hingga putaran final. Jalur Puti Mandi Mayang Taurai selalu dihadapkan dengan jalur-jalur kandidat juara, seperti pada putaran pertama, Puti Mandi Mayang Taurai RAPP harus berjuang keras mengalahkan saudaranya, jalur Kalojengking Tigo Jumbalang dari Desa Sungai Manau yang sama-sama berasal dari Kecamatan Kuantan Mudik.
Selanjutnya, di putaran kedua, Putih Mandi Mayang Taurai RAPP kembali mengeluarkan tenaga ekstra saat menundukkan rival terberatnya, jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori dari Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar. Kemudian, memasuki putaran final segitiga, lagi-lagi jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP harus berjuang mengalahkan jalur Runner Up pada pacu jalur rayon satu di Kecamatan Cerenti beberapa waktu lalu.
Kejutan lain juga terjadi di hari keempat ini, yakni jalur asal Peranap Inhu mampu menembus babak final. Bahkan, jalur Sialang Soko Putri Mandi asal Setako Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, berhasil meraih juara III pacu jalur iven nasional tahun 2010 ini. Padahal, di tahun 2010 lalu tak satu pun jalur-jalur asal Kabupaten Inhu yang lolos ke putaran final.
Sementara di peringkat ke IV Dewa Ruci Arung Samudera Desa Pulau Sipan Kecamatan Inuman. Juara V diraih jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar harus puas di peringkat V. Peringkat VI diraih jalur Kalo Jengking Tigo Jumbalang Desa Sungai Manau Kecamatan Kuantan Mudik. Peringkat VII di raih Jalur Toduang Kuantan Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean.
Peringkat VIII jalur Giring-giring Rimbo Putri Maimbao Desa Jaya Kopah Kecamatan Kuantan Tengah. Peringkat IX Jalur Panglimo Olang Putiah Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Peringkat X jalur Pelangi Indah Cahaya Biru Riau Pos Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan. Peringkat XI di raih jalur Putra Kuantan Tanjung Bungaran Desa Banjar Lopak Kecamatan Benai. Peringkat XII jalur Kilat Lembayang Tigo Muaro Desa Sangau Kecamatan Kuantan Mudik. Peringkat XIII jalur Ular Putiah Linggo Biso Desa Pulau Kulur Kecamatan Kuantan Hilir. Peringkat XIV jalur Panglimo Tongkar Desa Munsalo Kopah Kecamatan Kuantan Tengah. Jalur XV jalur Toduang Bakotat Bunga Kirana Desa Pauh Angit Kecamatan Pangean. Peringkat XVI jalur Toduang Biso Rimbo Piako Desa Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik yang ditentukan berdasarkan hasil pencabutan undian peringkat.
Perpacuan jalur hari keempat tahun 2011, diwarnai juga dengan dua kasus copet yang terjadi di sekitar keramaian Pasar Teluk Kuantan. Peristiwa ini terjadi ketika macetnya arus lalu lintas dan pengunjung di sekitar perempatan eks Pasar Atas.
Waka Polres Kuansing Kompol Muhammadun yang ditemui Riau Pos di tribun hakim membenarkan adanya peristiwa ini. Menurut Muhammadun, di hari keempat, dua kasus pencopetan terjadi. Namun pelaku aksi copet masih kabur dan masih dalam pengejaran anggota kepolisian.
Selama pacu jalur, sebanyak 380 orang personel dikerahkan. Mereka ditempatkan di titik-titik rawan dan keramaian masyarakat. Termasuk di kawasan seberang Sungai Kuantan Desa Seberang Taluk sebanyak 40 orang personel.
Penyerahan hadiah, piala dan tonggol juara untuk pemenang iven nasional Pacu Jalur 2011 ini akan diserahkan pada saat malam hiburan dan pentas rakyat iven pacu jalur di lapangan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah.
Diwarnai Insiden
Final pacu jalur iven nasional tahun 2011, sempat diwarnai sedikit insiden. Itu setelah di putaran kedua, ketika saling berhadapan jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar dengan jalur Puti Mandi Mayang Taurai Desa Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik.
Dalam laga itu, jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP berhasil masuk lebih dulu dari jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori. Namun kedua jalur tak sempat bersalaman saat pengumuman Dewan Hakim. Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori langsung menuju tambatan kajang di seberang sungai Kuantan. Sementara jalur Puti Mandi Mayang Taurai menyusul kemudian setelah pengumuman dewan hakim dengan menggunakan pompong. “Sesampai di tambatan kajang, anak jalur Puti Mandi Mayang Taurai baru turun. Tapi tiba-tiba dua orang anak pacu Ngiang Kuantan mendatangi tenda Puti Mandi Mayang Taurai yang saling berdekatan dengan merusak tenda dan pendayung Putih Mandi,’’ kata Ketua jalur Puti Mandi Mayang Taurai Nurman Hamid yang di hubungi Riau Pos.
Dua anak Jalur Ngian Kuantan Cahayo Nagori juga memukul pengurus jalur yang ada di tenda tanpa sebab yang menyebabkan luka. Sementara dua anak jalur Ngiang Kuantan juga mengalami luka akibat perkelahian anak jalur. Tetapi anggota polisi dan Polsek Kuantan Mudik yang berada di sekitar tenda jalur Puti Mandi Mayang Taurai langsung melerai hingga perkelahian tidak terjadi terlalu besar.
Namun untuk menghindari peristiwa yang lebih besar, kata Nurman, anak jalur Putih Mayang Taurai pulang melewati ruas jalan lingkar Jake-Lubuk Ambacang menuju Kuantan Mudik dengan pengawalan anggota polisi. Dari atas tribun VIP pancang finis, memang terlihat adanya keramaian. Waka Polres Kuansing Kompol Muhammadun melihat kejadian insiden itu dari tribun VIP. “Memang ada yang luka dan dibawa ke rumah sakit, tetapi insiden sudah kita atasi di lapangan dan sejauh ini sudah aman,” bebernya. Dari informasi anggotanya yang berada di lokasi kejadian, insiden dimulai anak jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori yang menyerang ke tenda jalur Puti Mandi Mayang Taurai.
Camat Gunung Toar Samsir Alam yang dihubungi Riau Pos malam tadi mengakui belum mengetahui apa yang menyebab insiden tersebut. Namun demikian, sesuai dengan arahan Kapolsek Kuantan Mudik AKP Ben Hardi dengan dirinya, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Kampung Baru Gunung Toar dan pengurus Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori yang baru saja melakukan pertemuan, untuk sama-sama menjaga dan menahan diri agar tidak terjadi persoalan yang lebih besar.(dac/j) Editor : RP Redaksi