Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Simpang Kwalian Siak Membingungkan

Redaksi • Senin, 5 September 2011 | 07:49 WIB
Laporan ABU KASIM, Siak abukasim@riaupos.com
SEJAK H+1 Idul Fitri 1432 Hijriah, Kota Siak Sri Indra sudah kembali ramai dikunjungi wisatawan. Kondisi itu tidak seperti hari-hari biasanya.

Jumlah orang yang berkunjung meningkat drastis, sehingga membuat jalanan menjadi macet.

Bahkan pada titik-titik tertentu, seperti Simpang Kwalian, Kelurahan Kampung Rempak, Jalan Sutomo, Jalan Sultan Syarif Kasim, depan Istana Siak dan kawasan wisata kuliner turap Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak juga terjadi kemacetan cukup panjang.

Namun padatnya arus pengunjung, ditambah aktivitas warga tempatan, yang tentu saja kian intens sehubungan bertepatan dengan hari raya, sehingga menuntut seluruh pengendara untuk ekstra hati-hati. Apalagi di titik yang rawan kecelakaan lantas dan jalan yang berlubang.

Sementara itu, dari pantauan pada H+3, Sabtu (3/9), tepatnya di simpang Kwalian, yang merupakan persimpangan lintas ke Kabupaten Bengkalis maupun Dumai serta masuk ke Kota Siak, sempat membuat pengemudi kendaraan roda dua dan empat ragu-ragu.

Pasalnya persimpangan tersebut terdapat 12 lajur belokan, sehingga jika tidak hati-hati bakal terjadi tabrakan hebat.

Makanya  posko simpatik Dishubinfokom Siak ekstra hati-hati menjaga lalulintas di persimpangan tersebut. Meski selama lebaran berlangsung belum ditemui kasus laka lantas fatal yang menyebabkan korban jiwa.

“Kalau insiden fatal belum ada, tapi kecelakaan ringan memang ada. Mudah-mudahan hingga seterusnya aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Dan kita dari Dishub Infokom juga siaga dengan petugas- petugas di setiap posko bersama dengan unsur TNI, Polri dan Satpol PP,” ujar Kabid Infokom Dishub Siak Irwan Pryatna SSi, yang dijumpai Wartawan, Sabtu (3/9) di posko simpang Kwalian, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Namun di persimpangan itu, ada hal yang mengkhawatirkan. Karena jalan dua jalur dan empat lajur dari arah bundaran ujung jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL), bertemu dengan jalan dari arah Kwalian, Bunga Raya dan Siak dengan kondisi menikung dari berbagai sisi. '

Juga terlihat membuat setiap pengendara ragu-ragu dan sering kali terlihat nyaris terjadi benturan antara pengendara yang datang dari setiap arah, ketika serentak sampai di masing-masing arah jalan.

“Seharusnya di sini dibangun bundaran. Sehingga tidak terjadi bentrokan kendaraan seperti itu, apalagi kalau dalam keadaan laju. Pemerintah harus perhatikan untuk membuat bundaran di simpang tersebut,” ujar Ujang, salah seorang warga Kwalian, yang mengaku seringkali melihat laka lantas di simpang tersebut.

Ia menceritakan, sebelum puasa sudah ada yang meninggal karena kecelakaan di simpang ini. Jadi persimpangan itu perlu perhatian serius.  

Karena kondisinya yang membuat orang ragu-ragu ketika melintas, simpang Kwalian ini kini terkenal dengan nama simpang ragu-ragu.

“Coba lihat, dari arah sana ragu- ragu, dari sebelah sini juga ragu-ragu juga, akhirnya berbenturan di tengah simpang,” tutur Ujang sambil menunjukkan jari tangannya pada dua pengendara sepeda motor, yang nyaris saja bertabrakan di tengah-tengah persimpangan tersebut.

Sedangkan Jufrianto, warga setempat juga mengaku, sebelum dibangun bundaran, bagusnya di persimpangan itu juga dipasang rambu-rambu cermin cembung. Sehingga pengendara dari lain arah masing-masing dapat melihat lawannya, terutama pada jalan arah Bunga Raya yang menikung tajam.

Terhadap kondisi itu, Kadishub Infokom Siak Drs Nurmansyah MSi yang dihubungi wartawan mengaku tingkat kerawanan di simpang tersebut cukup tinggi. Itu terjadi karena kurangnya koordinasi antara pihak Dishub Infokom dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam hal pembangunan jalan.

“Dahulunya dalam pembangunan jalan koordinasi antara Dishub dengan PU kurang terjalin, sehingga beginilah akibatnya. Namun demikian, kita sudah melakukan rapat bersama untuk mencari solusi dan mudah-mudahan segera putus sesudah hari raya,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Dishub telah mengusulkan dua alternatif untuk mengatasi kerawanan di simpang ‘ragu-ragu’ tersebut, yakni membuat bundaran atau memasang traffick light. Sehingga memudahkan pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya.

Bahkan kara Nurman, tidak hanya terjadi di bundaran Simpang Kwalian, tapi yang lebih berbahaya lagi di persimpangan Dayun menuju ke arah Jembatan Siak. Di sana kondisi jalan lurus ke arah Buton dan langsung belok menuju ke arah Siak.

‘’Kita mengharapkan persimpangan itu juga harus dibahas kembali, karena sangat rawan kecelakaan,’’ ujarnya.(noi) Editor : RP Redaksi