Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Aspal Jalinsel Tak Dianggarkan

Redaksi • Senin, 31 Oktober 2011 | 07:40 WIB
Laporan Kasmedi, Rengat redaksi@riaupos.com
Pengaspalan Jalan Lintas Selatan (Jalinsel) di Kecamatan Seberida hingga Kecamatan Batang Cenaku tidak dianggarkan pada APBD Provinsi Riau tahun 2011.

Pembangunan Jalinsel yang menghubungkan Inhu-Kuansing untuk percepatan pembangunan Riau bagian selatan dinilai tidak serius. Sebab, sebelumnya setiap tahun hanya ada pengaspalan maksimal 1 Km saja.

Dengan kondisi itu membuat Kepala Desa (Kades) yang berada di Jalinsel kecewa terhadap para anggota DPRD Riau daerah pemilihan Inhu-Kuansing yang tidak memperjuangkan anggaran.

‘’Puluhan Kades yang berada di Jalinsel kesal dan mengancam demo ke Pemprov hingga ke DPRD Riau yang menganggap Inhu selalu ditinggalkan,’’ ujar anggota DPRD Inhu, Suharto setelah menyerap aspirasi masyarakat melalui reses selama sepekan.

Dikatakannya, untuk masyarakat di Kecamatan Seberida hingga Kecamatan Batang Cenaku hanya perlu Jalinsel untuk diaspal. Sebab, hingga 2011, Jalinsel belum mencapai separuh yang diaspal dengan panjang lebih kurang 80 Km.

Masyarakat melalui Kades, menyesalkan atas pembangunan Jalinsel yang hanya 1 Km setiap tahunnya. Bahkan anehnya pada 2011 tidak lagi ada anggaran untuk pengaspalan.

‘’Hanya beberapa kali ada 1 Km anggaran pengaspalan, kebanyakan hanya 500 meter dan ada 300 meter saja. Kalau seandainya, setiap tahun ada 1 Km yang diaspal dengan pajang jalan lebih kurang 80 Km, artinya baru akan selesai sekitar 80 tahun mendatang,’’ ungkapnya.

Masih katanya, Jalinsel bagi masyarakat daerah itu merupakan jalan alternatif untuk keluar dan masuk hingga dimanfaatkan sebagai jalan mengeluar hasil kebun. Sehingga, apabila jalan sudah bagus masyarakat mudah untuk mengeluarkan hasil panen dan akan mengarah kepada kesejahteraan rakyat.

Selain itu juga, masyarakat masih mendambakan ada pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan. ‘’Untuk itu masih diperlukan adanya sharing dana antara Pemkab Inhu dan Pemprov Riau,’’ tambahnya.

Mewujudkan pembangunan di Inhu melalui APBD Riau perlu perjuangan dan dukungan anggota DPRD Riau. Sebab, di DPRD Riau ada 7 anggota DPRD daerah pemilahan Inhu-Kuansing. ‘’Masyarakat sudah capek dengan kondisi Jalinsel seperti saat ini dan warga daerah itu belum merasakan ada perjuangan anggota DPRD Riau,’’ tegasnya.(rpg/ade)

Editor : RP Redaksi