Banjir, Jalan dan Rumah di Bengkalis Terendam
Redaksi • Sabtu, 3 Desember 2011 - 06:58 WIB
Laporan EVI SURYATI, Bengkalis evisuryati@riaupos.com
Banjir menerjang sembilan desa di Kecamatan Bantan. Kondisi terparah terjadi di Desa Bantan Air, Muntai, Teluk Pambang Kembung Luar dan Teluk Lancar.
Dikabarkan, dibeberapa lokasi kedalaman air mencapai satu meter lebih, banjir juga merendam sejumlah rumah warga.
Informasi yang berhasil dirangkum, banjir tersebut berawal dari hujan yang turun sejak Kamis malam hingga siang Jumat (2/12).
Dikhawatirkan kondisi banjir akan semakin parah, mengingat sampai sore kemarin hujan gerimis masih saja turun dan kondisi cuaca sedang mendung tebal.
‘’Beruntung sebagian besar rumah warga di kampung kita terdiri dari rumah panggung, kalaupun terendam hanya bagian dapur saja yang terbuat dari batu. Kendati begitu, banjir sempat juga merendam sejumlah rumah warga,’’ tutur Efendi, anggota BPD Desa Kembung Luar, saat dihubungi Riau Pos, Jumat (2/12).
Dijelaskan Fendi, lokasi terparah terjadi di Dusun Buyung dan Parit Lapis. Dikabarkan ketinggian air hingga satu meter.
‘’Kenderaan tidak bisa melintas di jalan, karena beberapa lokasi kedalaman air cukup tinggi. Namun biasanya, banjir seperti ini cepat surutnya. Tapi kalau nengok cuaca, nampaknya banjir akan bertambah besar,’’ imbuhnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Teluk Pambang, kendati tidak sampai merendam sejumlah rumah, namun sebagian jalan-jalan protokol terendam banjir.
‘’Yang payah akses jalan menuju Kembung Luar, dalam kondisi tidak banjir saja sulit dilewati apalagi banjir seperti sekarang,’’ ujar Syamsudin warga Pambang.
Tidak hanya di Kecamatan Bantan, banjir juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Bengkalis. Seperti Temeran, Penebal, Penampi dan Pematang Duku. Seperti disampaikan Suardi warga Temeran, akibat banjir tersebut ratusan hektare perkebunan karet terendam.
‘’Yang paling dirisaukan warga kampung seperti kami ini, dalam kondisi banjir seperti ini praktis masyarakat tidak bisa menakik karet yang menjadi pekerjaan sehari-hari, karena perkebunan karet juga ikut terendam,’’ tuturnya.
Sementara di ibu kota Bengkalis, banjir hanya terjadi di beberapa titik saja, seperti di Jalan Bantan Desa Senggoro, simapng Wonosari-SD 04 Kelurahan Damun dan beberapa titik lainnya.
‘’Kalau di Jalan Bantan dan Simpang Wonosari Barat itu sudah langganan. Walau paritnya sudah digali dan diperbesar, banjir tetap saja terjadi,’’ ujar Zul warga Senggoro.(jrr)
Editor : RP Redaksi