Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jefry-Ibrahim Resmi Pimpin Kampar

Redaksi • Senin, 12 Desember 2011 | 09:31 WIB
BANGKINANG (RP)- Pasangan H Jefry Noer-Ibrahim Ali SH resmi jadi Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2011-2016. Pasangan pemenang Pemilukada Kampar 2011 ini dilantik Gubernur Riau HM Rusli Zainal atas nama Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kampar di Bangkinang, Ahad (11/12).

Meski hujan mengguyur Kota Bangkinang, sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kampar Drs Syafrizal SH didampingi tiga wakil ketua dan 42 anggota Dewan lainnya berjalan khidmat. Acara pelantikan dihadiri ribuan tamu dan masyarakat yang memadati ruang paripurna, ruang lobi di lantai 2 dan dua tenda besar di halaman kantor DPRD yang disediakan panitia. Acara juga dihadiri tokoh Kampar, Riau dan nasional dan tokoh masyarakat. Suasana gedung pelantikan dipenuhi warna biru dan putih.

Rombongan Gubri bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih, mantan Bupati dan Wakil Bupati serta pimpinan DPRD Kampar memasuki ruangan pukul 10.00 WIB. Rangkaian acara dimulai pukul 10.10 WIB yang ditandai ketukan palu oleh pimpinan sidang yaitu Ketua DPRD Kampar, Syafrizal.

Ketua DPRD Kampar Drs Syafrizal MSi menyatakan, Kampar patut berbangga dengan pelaksanaan Pemilukada yang berjalan aman dan tertib. ‘’Ini menunjukkan kedewasaan politik masyarakat Kampar sudah tinggi, sehingga Pemilukada berjalan dengan baik dan merupakan yang paling kondusif di Riau,’’ ujarnya.

Untuk itu DPRD Kampar memberi penghargaan sebesar-besarnya ke seluruh elemen pelaksana Pemilukada. Kepada pasangan Burhanuddin Husin-Teguh Sahono, dia mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini. Kepada Jefry-Ibrahim, Syafrizal mengingatkan bahwa masyarakat menunggu bukti janji yang pernah disampaikan saat kampanye.

DPRD juga memberi pekerjaan rumah langsung kepada pemimpin baru untuk memperhatikan kawasan terpencil dan terisolasi yaitu Kampar Kiri Hulu. ‘’Karena kondisi desa di sepanjang Sungai Sebayang masih memperihatinkan. Kami harap pembangunan desa-desa di Kampar ini jadi prioritas,’’ ujarnya.

Pukul 10.45 WIB dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan Jerfy-Ibrahim yang dipandu Gubri. Pukul 10.48 WIB, Gubri atas nama Mendagri melantik pasangan pemimpin baru Kabupaten Kampar tersebut. Pelantikan dilakukan berdasar surat keputusan Mendagri Gamawan Fauzi Nomor: 131.14-852 dan 132.14-82 tertanggal 8 Desember 2011 tentang pengesahan, pemberhentian dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Kampar.

Pukul 10.50 WIB, Gubri memasangkan lencana ke Bupati dan Wakil Bupati Kampar 2011-2016. Dilanjutkan penyerahan memori jabatan dari mantan Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM ke Gubri dan ke Bupati Kampar H Jefry Noer.

Rusli Zainal menyatakan Kampar sudah menjalankan proses demokrasi yang sangat baik dan patut dicontoh. Sikap demokratis dan kebersamaan yang ditunjukkan Burhanuddin Husin-Teguh Sahono merupakan contoh yang perlu dilanjutkan demi terwujudnya persatuan dan kesatuan di Kampar.

Gubri juga memberi gambaran ke Jefry-Ibrahim berupa persoalan-persoalan yang harus segera dituntaskan. Pertama, menyelesaikan sengketa lahan antara warga Desa Sinama Nenek dengan PT PTPN V seluas 21 Ha yang kini sudah dimediasi Pemprov bahkan sudah dilakukan hearing dengan Komisi IV DPR RI.

Kedua, menyelesaikan masalah tapal batas dengan beberapa kabupaten berdekatan yang selama ini masih jadi masalah. Seperti persoalan lima desa dengan Rohul, tapal batas Rohul-Kampar, Kampar-Siak-Kuansing dan Kampar-Pekanbaru. ‘’Dan yang utama adalah membangun desa di wilayah perbatasan administrasi tersebut,’’ ujarnya.

Rusli menyatakan, selama ini Pemprov memberi perhatian yang besar bagi pembangunan Kampar, yang dibuktikan dengan menganggarkan Rp460 miliar dari APBD Riau. Kepada pasangan ini Rusli berharap banyak dapat membawa Kampar makin baik dan dapat menjalankan tugas, kewenangan dan tanggung jawab secara baik juga. Melaksanakan konsolidasi dengan merangkul semua pihak, menurut Gubri, merupakan langkah yang paling bijak dalam mengawali langkah memimpin daerah. ‘’Tugas dan tanggung jawab makin berat. Rangkul semua pihak sehingga semua elemen dan komponen masyarakat bisa bersatu membangun Kampar,’’ ujarnya.

Rusli juga menegaskan, perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah adalah gubernur. Sehingga ke depan, diharapkan kebijakan apapun yang diambil hendaknya bisa melalui koordinasi dan komunikasi yang baik. Gubri juga mengajak untuk ikut serta menyukseskan PON 2012, karena Kampar juga bertindak sebagai salah satu tuan rumah sejumlah cabang olahraga.

Selain Gubri yang didampingi istri Septina Primawati, juga hadir Wagubri HR Mambang Mit yang juga Ketua DPD Demokrat Riau, Bupati-Wakil Bupati periode sebelumnya Burhanuddin Husin MM-Teguh Sahono SP, beberapa kepala dinas di Pemprov Riau, unsur Muspida dan seluruh kepala dinas Kampar. Terlihat juga Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, Penjabat Wali Kota Pekanbaru H Syamsurizal, mantan Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM dan istri, Bupati Inhu Yopi Arianto, Bupati Kuansing H Sukarmis, Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Wakil Bupati Pelalawan Marwan Ibrahim, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST MT dan Istri, serta Ayat Cahyadi.

Juga hadir para anggota DPRD Riau seperti Rosvanilda Zulher, Masnur SH, Thamsir Rahman dan kandidat Bupati Kampar lainnya TM Nizar dan Zulher MS. Masyarakat Kampar di Batam seperti Wan Darusalam, Ketua Bapeko Batam, Sekko Batam Agus Sahiman, Kadisperindag Batam Amiruddin dan tokoh masyarakat Kampar di Batam lainnya.

Tokoh ternama lainnya yang juga hadir seperti Ketua DPP Demokrat Ruhut Sitompul, mantan Gubri H Saleh Djasit SH dan mantan Wagubri H Wan Abu Bakar, mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir, anggota DPR RI asal Riau Adi Sukemi, Rektor UIN Suska Riau Prof M Nazir MA, Wakil Rektor UMRI Rasyad Zein, Pembantu Rektor II UIN Suska Ilyas Husti, Ketua Yayasan Tuanku Tambusai Prof Amir Lutfi.

Hadir juga pengurus Demokrat Pusat, Riau dan Kampar, pengurus DPD PAN Riau, pengurus DPD PKS Riau dan pengurus DPD PKS Kampar, para ketua Parpol di Kampar, para ninik mamak dan tokoh adat, para pengusaha di Kampar, Brigjen Pol Beno, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Riau dan Kampar, mantan Kapolres Kampar Kombes Hasyim Gani dan AKBP H MZ Muttaqien SH SIk MAP, mantan anggota DPRD Kampar AKBP Djanuarel, Basrizal Koto, dan banyak tokoh lainnya.

Sidang paripurna istimewa berakhir pukul 11.30 WIB yang dilanjutkan dengan makan siang bersama di Kantor Bupati Kampar. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan ketua TP PKK Kampar di aula Bupati Kampar di Bangkinang. Ketua TP PKK Riau Septina Primawati Rusli melantik Ketua TP PKK Kampar yang baru Ny Eva Yuliana Jefry. Juga dilakukan serah terima jabatan dari Ketua TP PKK yang lama Ny Mimi Gusneti ke ketua TP PKK baru.

Rangkaian kegiatan ditutup acara pisah sambut yang dilaksanakan di Balai Bupati Kampar dengan menghadirkan berbagai kesenian daerah. Usai pelantikan, Ketua DPP Demokrat Ruhut P Sitompul mengatakan kedatangannya ke Kampar sebagai bentuk apresiasinya terhadap H Jefry yang dulu juga pernah separtai dengan Ruhut di partai lain sebelum mereka sama-sama jadi kader Demokrat. ‘’Kalau kader potensial partai lain masuk ke Demokrat pasti berhasil. Jefry mantap,’’ ujar Ruhut yang kemarin dikawal ketat karena diburu banyak penggemar yang ingin berfoto dengannya.

Wagubri HR Mambang Mit menyampaikan, kemenangan Jefry-Ibrahim merupakan kemenangan bersama rakyat Kampar. Untuk itu, dia mengajak segenap elemen masyarakat Kampar mendukung suksesnya pemerintahan Jefry-Ibrahim.

Mantan Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat ke Bupati dan Wakil Bupati baru dan berharap dapat meningkatkan program-progam untuk pemberantasan kemiskinan.

Mantan Gubri H Saleh Djasit SH berharap Jefry-Ibrahim segera mewujudkan janji lima pilar yang digaungkan selama kampanye. Salah satu poin penting yang harus jadi perhatian adalah persoalan kemiskinan yang di Kampar cukup tinggi. ‘’Kebijakan pembangunan harus dimulai dari bawah. Kalau dari atas mengalir ke bawahnya hanya tetesan-tetesan,’’ ujarnya.

Mantan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah berharap pasangan ini bisa lebih memperhatikan desa IDT dan terisolir, karena di Kampar kini masih banyak desa yang perlu dapat perhatian, karena masih belum meratanya pembangunan. ‘’Kampar Kiri sampai kini bisa dikatakan belum sepenuhnya menikmati kemederkaan dan pembangunan. Ini hendaknya harus jadi perhatian,’’ ujarnya.

Herman berharap bupati dan wakil bupati baru dapat memetakan masalah pembangunan di Kampar dan menyusun program pembangunan sehingga potensi Kampar bisa dikembangkan maksimal. ‘’Jangan lupa membangun bukan hanya fisik namun juga mental dan agama. Diharapkan Kampar sebagai Serambi Makkah benar-benar dapat dijalankan,’’ ujarnya.

‘’Sudahlah, yang Lalu Lupakan Saja’’
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Jefry Noer-Ibrahim Ali berkesungguhan untuk menjaga keharmonisan, siap dikritik dan mengajak seluruh elemen untuk membangun Kampar lebih baik.

Bahkan Jefry usai pelantikan mengatakan dia merasa pelantikan ini bukan hanya untuknya namun juga untuk masyarakat kampar. ‘’Karena ini adalah kemenangan untuk masyarakat Kampar juga,’’ ujarnya.

Jefry menyatakan, walau dia adalah bupati yang baru dilantik, namun ia bukan sosok baru di Kampar. Bahkan program lima pilar yang dijanjikannya untuk Kampar bukan program baru namun sempat dilaksanakan pada periode kepemimpinannya dulu.

‘’Sekarang waktunya melanjutkan itu, sehingga keinginan saya untuk Kampar yang maju dalam masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia dapat tercapai,’’ ujarnya.
Jefry janji, dia akan melaksanakan kepemimpinan yang baik dan kompak bersama Ibrahim Ali.(rdh/why) Editor : RP Redaksi