Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kondisi Bayi Omphalocele Mayor Stabil

Redaksi • Kamis, 1 Maret 2012 | 08:42 WIB
PEKANBARU (RP)- Kesehatan bayi penderita Omphalocele Mayor —berdinding perut tipis— kelainan bawaan dalam kondisi stabil. Saat ini, anak pasangan Aminuddin (30) dan Irat (28), warga asal Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu yang lahir Senin (27/2) siang sekitar pukul 14.00 WIB di rawat di Ruang Ar Rahma, RS Ibnu Sina. Direncanakan hari ini, bayi ini akan dipindahkan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Hal ini diungkapkan salah satu tim dokter yang menangani bayi ini, dr Ismar.

‘’Sampai saat ini kondisinya stabil. Rencananya besok (hari ini, red) dipindahkan ke RSUD Pekanbaru,’’ ujar dr Ismar, Rabu (29/2) malam.

Dijelaskannya, pemindahan ini dilakukan karena Jamkesmas yang akan digunakan terhadap bayi ini sudah keluar. ‘’Karena itu kita anjurkan ke RSUD,’’ lanjutnya.

Sementara itu dr Ismar menjelaskan, kelainan yang diderita bayi ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. ‘’Kelainan bawaan genetik sejak lahir pada kromosomnya,’’ kata dr Ismar.

Kelainan ini biasanya diikuti oleh kelainan bawaan lainnya, seperti kelainan pada jantung. ‘’Tapi pada bayi ini sampai saat ini kami belum menemukan gejala kelainan lainnya. Kelainan bawaan ini biasanya bisa muncul kemudian,’’ urainya.

Terhadap bayi dengan kondisi seperti ini, dilanjutkan dr Ismar, kemungkinan gangguan yang bisa terjadi adalah infeksi. ‘’Tapi sampai saat ini kita belum menemukan infeksi pada bayi ini,’’ jelasnya.

Meski begitu, penanganan dalam bentuk operasi dirasakan tidak perlu dilakukan terhadap sang bayi. ‘’Kami menunggu kulit perutnya untuk tumbuh, lamanya sekitar satu sampai dua bulan. Yang perlu dilakukan adalah menjaga si bayi agar tidak terkena infeksi,’’ jelasnya lagi.

Bayi ini sendiri diketahui masuk dan menjalani perawatan di RS Ibnu Sina setelah dirujuk dari RSUD Pasir Pangarayan Senin (27/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB. ‘’Bayi ini dirujuk RSUD dari Rohul,’’ jelas Manager Humas dan Marketing Rs Ibnu Sina, M Rizky Juanda, Rabu (29/2) pagi.

Pantauan Riau Pos di ruang tempat bayi itu dirawat Rabu pagi, sang bayi tampak berada dalam inkubator.

Pada bagian perutnya ditutup menggunakan kain kassa. Hal ini dilakukan agar bagian dalam perut tidak kehilangan panas tubuh.

Dalam kondisi tertidur, bayi ini tampak normal. Hanya saat kain kassa pada bagian perutnya dibuka, baru terlihat sang bayi berada dalam kondisi yang menyedihkan.

Hanya sebentuk kulit tipis tembus pandang yang mencegak usus beserta isi perut sang bayi menyembul keluar.

Ia sempat sejenak terbangun saat Riau Pos berada di ruangan. Sesekali ia memperhatikan dengan rasa ingin tahu saat suster mengganti kain kassa pada perutnya dengan yang baru.

Kakek sang bayi, Minarso (60), kepada Riau Pos mengatakan, ia beserta keluarga sempat bingung saat pertama kali mengetahui sang cucu lahir dengan kelainan seperti itu.

‘’Perasaan saya beserta keluarga saat itu bingung, kenapa bisa seperti ini. Bagaimana dia dapat tumbuh besar nanti,’’ kata kakek dengan enam cucu ini.

Dikatakannya, keluarga hanya bisa bisa pasrah dengan kondisi yang diderita sang cucu. ‘’Kami hanya berharap yang terbaik saja. Mau bagaimana lagi, kami ini orang susah. Sehari-hari bekerja merawat lembu orang,’’ ucap Minarso.

Ia melanjutkan, keluarga akan sangat bersyukur jika ada orang yang mau membantu dalam penyembuhan sang cucu. ‘’Besar harapan kami ada yang mau membantu biaya perawatan. Terutama kepada pemerintah,’’ harapnya.(ali)

Editor : RP Redaksi