Warga Bakar Alat Berat PT LTJ
Redaksi • Jumat, 30 Maret 2012 | 09:08 WIB
PUJUD (RP)- Sekitar 200-an warga yang terdapat di lokasi kebun PT Lahan Tani Jaya (LTJ) di Kepenghuluan Air Hitam Kecamatan Pujud, Rabu (28/3) sekitar pukul 11.30 WIB, membakar alat berat yang menjadi operasional PT LTJ.
Alat operasional perusahaan yang dibakar adalah tiga unit beko merek Dooan, Kobelco dan Komatzu, 1 unit Honda Revo, tiga buah chainsaw, dan dua unit barak.
‘’Kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp3,5 miliar,’’ terang AKBP Auliansyah Lubis SIK MH melalui Kasub Bag Humas Polres Rokan Hilir, AKP Ali Suhud pada Riau Pos, Kamis (29/3).
Pihak kepolisian hingga saat ini masih mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan terkait insiden pembakaran itu. Seorang warga berinisial A (29), terang AKP Ali Suhud diduga merupakan pendorong terjadinya pembakaran bersama 200-an rekannya.
‘’Namun apa motif atau latar belakang yang menyebabkan pembakaran itu masih diusut oleh kepolisian, khususnya Polsek Pujud,’’ ujar AKP Ali Suhud.
Barang Bukti (BB) sejumlah alat berat yang dibakar masih di tempat kejadian perkara (TKP), dan belum bisa dikeluarkan karena medan yang berat.
Menanggapi insiden pembakaran tersebut, Wakil Bupati Rokan Hilir, H Suyatno kepada Riau Pos mengatakan, pemerintah segera tanggap untuk mencarikan penyelesaian terhadap persoalan yang terjadi.
‘’Kita sudah membentuk tim yang akan turun menangani hal itu,’’ katanya di Bagansiapiapi. Ia dalam kesempatan itu mengimbau kepada penghulu atau aparatur kepenghuluan agar tidak menjual lahan secara sembarangan.
‘’Sudah berkali-kali kita tegaskan, jangan jual lahan secara sembarangan. Penyelesaian lahan ini adalah agenda prioritas dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan sekali lagi saya tekankan, agar pihak kepenghuluan tidak ada yang menjual-beli lahan sembarangan sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang,’’ katanya.
Sementara itu, pihak PT LTJ belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa ini.
Menurut Anirzam salah seorang warga yang ditemui, mengatakan, banyak faktor penyebab terjadinya insiden tersebut. Diduga pembakaran dipicu konflik ketidakpuasan warga terkait penguasaan lahan yang mulai diperjualbelikan secara tidak prosedural.(f) Editor : RP Redaksi