Laporan AHMAD YULIAR, Selatpanjang ahmad-yuliar@riaupos.com
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi menilai sebagai wilayah berpulau, Kepulauan Meranti berpotensi untuk mengembangkan tambak udang.
Apalagi posisi Meranti sangat strategis untuk sektor hilir dari tambak udang tersebut.
‘’Apalagi Batam saat ini menjadi market terbesar di Kepri dan Riau mengandalkan negara luar untuk memenuhi kebutuhan udang. Jika kita memenuhi kebutuhan itu tentunya lebih ekonomis dan menguntungkan,’’ kata bupati, Ahad (22/12) terkait keikutsertaannya dalam seminar perikanan, Sabtu (21/12).
Pembicara dalam seminar yang ditaja dalam rangka hari ulang tahun ke-25 jurusan Ilmu Kelautan Faperika Unri tersebut, guru besar di ITB yang juga mantan Menteri Kelautan, Prof Dr Rokhmin Dahuri MS, Kadislutkan Prof Dr Irwan Efendi MSc.
Selain itu alumnus ilmu kelautan yang saat ini di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Andreas Dipi Patria dan Dr Hendra Yusran Siri.
Menurut Irwan lahan untuk membuat tambak udang di Meranti juga telah disiapkannya seluas 20 hektare. Tinggal lagi program untuk membuat tambak dan mengisinya yang diharapkan peran dari pusat.
‘’Kita sudah mengusulkan melalui pusat untuk membangun tambak udang di Kepulauan Meranti. Sebab akan sangat efektif dan membantu masyarakat di daerah kita dalam rangka meningkatkan ekonomi,’’ kata dia.
Lebih jauh, dia juga menginginkan adanya pembekalan nantinya kepada pelaku perikanan di Kepulauan Meranti.
Sehingga dengan demikian dapat mengarahkan pelaku untuk menjalankan program perikanan lebih efektif. Karena untuk menjalankan program harus dibekali dengan pemahaman. Artinya harus ada peningkatan SDM.
‘’Jika tidak, sama saja. Karena untuk melaksanakan program harus diperlukan SDM yang cukup sehingga program tersebut bisa berhasil dilaksanakan,’’ terangnya.(hen) Editor : RP Redaksi