"Kami sudah mengupayakan yang terbaik, namun ketika diperiksa ternyata denyut nadi dan nafasnya tidak ada lagi," kata Kepala PKG Minas, Azwar Habidina kepada Riau Pos Online, Kamis tadi (2/1). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau merelokasi gajah Sumatera liar itu dari Rokan Hulu dan tiba di PKG Minas pada Ahad (29/12). Azwar mengatakan gajah berkelamin betina yang diperkirakan berumur 20 tahun itu mati pada Rabu malam (1/1) sekitar pukul 19.35 WIB. Pihak BBKSDA telah melakukan otopsi tak lama setelah kematian. Dari hasil otopsi ginjal, jantung, hati, paru-paru gajah ini nampak terlihat banyak lemak warna kuning setebal 5 Cm membalut organ tubuhnya itu.
Humas Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Zainir menjelaskan kepada Riau Pos Online Kamis siang tadi (2/1) bahwa jenazah gajah ini telah dikuburkan Kamis tadi (2/1) di lokasi PLG Gajah Minas. Apa penyebab gajah itu mati menurut Zainir belum diketahui.
Apakah gajah naas ini tewas akibat stres sejak direlokasi dari Rokan Hulu ditambah dengan pengaruh bius yang diduga melebihi dosis saat ini masih dalam penelitian pihak Kantor BBKSDA Riau. Sebelum ditangkap, gajah ini terbilang liar dan ganas kalau manusia mendekat dia marah dan menyerang. Namun setelah dijinakkan oleh gajah penjinak dan dia ditangkap, direlokasi dan dibius sejak Senin lalu (30/12) akhirnya Rabu malam tadi (1/1) gajah betina ini tewas mengenaskan.
Sebelum dikubur Kamis siang tadi, mayat gajah ini ditarik oleh mobil sejauh 500 meter dan menjelang 4 meter dari lubang lahatnya, mayat gajah itu didorong dan ditarik oleh dua gajah jinak dari PLG Minas. Dua gajah jinak PLG Minas itu akhirnya berhasil mendorong dan memasukkan mayat gajah betina yang mati itu ke dalam liang lahat yang sudah dipersiapkan dengan cara manual.
Seperti diberitakan media ini terdahulu bahwa gajah Sumatera ini selama dua hari sejak Senin lalu (30/12) terbaring sekarat di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Provinsi Riau, setelah direlokasi dan dibius dari Kabupaten Rokan Hulu ke PLG di Minas, Kabupaten Siak, gajah betina itu terus terbaring lemas sejak tiba di tempat itu pada Senin dini hari lalu (30/12).
Satwa raksasa ini terbaring lemas tidak bisa berdiri, tidak mau makan dan kekurangan cairan sehingga harus diinfus.sembilan botol 500 ml. Cairan infus mengalir melalui selang yang ditancapkan ke bagian belakang telinganya. Sebelum diinfus, petugas PLG terpaksa memberi minum dengan menyiramnya.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau merelokasi Gajah Sumatera liar dari Kabupaten Rokan Hulu ke PLG di Kabupaten Siak atas permintaan Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad.
Kepala Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Riau, Azwar Habidina mengatakan gajah betina yang diperkirakan berusia 20 tahun ini sangat lemah kemungkinan karena stres.
Namun, hingga lebih dari 24 jam gajah liar itu tak kunjung berdiri malah kondisinya tidur lemas.
"Kami sebelumnya sudah mencek darah dan USG serta bisa diberikan Antidot yang berfungsi sebagai penawar obat bius," terang Azwar seraya menambahkan saat ini jumlah gajah yang ada di PLG Minas ada 21 ekor ditambah yang baru datang satu ekor serta delapan ekor di Duri. "Jadi totalnya ada 29 ekor gajah yang kami bina," kata Azwar.(guh/azf)