Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

1.036 Kilometer Jalan Provinsi di Riau Rusak, Berikut Data Lengkapnya

Administrator • Senin, 12 Desember 2022 | 11:01 WIB
Grafis
Grafis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, mencatat jalan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau saat ini sepanjang 2.799,81 kilometer (km). Dari panjang jalan tersebut, terbagi dalam beberapa kondisi.

Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Bina Marga Ali Subagyo mengatakan, untuk rincian kondisi jalan tersebut, sepanjang 615,54 km dalam kondisi rusak ringan, dan 421,10 km dalam kondisi rusak berat. Sedangkan kondisi sedang sepanjang 326,71 km, dan jalan kondisi baik sepanjang 1.436,47 km. "Kondisi ruas jalan provinsi tersebut tersebar di 12 kabupaten kota se-Riau. Penyebab utama kerusakan jalan provinsi akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL),” katanya.

Lebihlanjut dikatakannya, kekuatan jalan provinsi di kabupaten/kota hanya mampu menahan beban sebanyak 20 ton. Namun pada kondisinya di lapangan kendaraan yang melintasi jalan provinsi lebih dari itu. "Tapi itu dengan catatan kecepatan kendaraan minimal 60 km/jam. Kecepatan itu terpenuhi tidak. Kalau tidak terpenuhi maka akibatnya jalan menjadi rusak," sebutnya.

Saat ditanyakan terkait anggaran perbaikan jalan provinsi, berapa persen bisa menangani perbaikan kerusakan jalan, Ali Subagio menyatakan jika anggaran yang tersedia tidak sebanding dengan kerusakan jalan. "Untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan secara normal memerlukan anggaran sekitar Rp2,7 triliun per tahun. Sedangkan anggaran yang tersedia paling itu hanya 5 persen bisa memperbaiki kerusakan jalan,” ujarnya.

“Itu baru untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan. Belum lagi kalau untuk peningkatan dan pembangunan ruas jalan baru. Sementara kerusakan jalan setiap tahun bertambah, sebab kondisi jalan setiap tahun bertambah umur, semakin berkurang kekuatannya,” sambungnya.

Sementara itu, di tahun 2022. Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan penegakan hukum yaitu penertiban kendaraan ODOL bersama tim yang terdiri dari Ditlantas Polda Riau, POM TNI AD, Korwas PPNS Ditkrimsus Polda Riau. "Selama tahun 2022 ini kami melakukan operasi penertiban gabungan sebanyak 16 kali di 9 kabupaten/kota. Hasilnya sebanyak 2.237 kendaraan terjaring dan dilakukan tindakan tilang," kata Kepala Dishub Provinsi Riau, Andi Yanto didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Darat, Raja Firman.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyebut pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2023, tetap diprioritaskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota. Infrastruktur tersebut seperti jalan dan lainnya. "Untuk APBD Riau 2023 tetap kita prioritaskan untuk infrastruktur, dan anggaran yang paling besar tetap untuk infrastruktur," kata Gubri Syamsuar.

Lebih lanjut dikatakannya, anggaran infrastruktur yang besar di APBD Riau 2023, dialokasikan untuk pembangunan jalan. Namun karena kerusakan jalan provinsi di kabupaten/kota cukup banyak, maka hanya bisa dibangun sedikit-sedikit. "Karena pembangunan jalan ini banyak yang dikerjakan, maka sedikit-sedikit. Karena anggaran jalan ini ada di semua kabupaten/kota," ujarnya.

Karena itu, Gubri berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk perbaikan infrastruktur jalan di Provinsi Riau. "Makanya kemarin saya sampaikan ke tim Bapennas, karena tugas mereka kan melihat bagaimana bisa membantu kawasan industri dan infrastruktur. Makanya saya usulkan beberapa perbaikan jalan di Riau," sebutnya.Jalan nasional berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, di Provinsi Riau 1.336, 61 kilometer. Jalan alteri primer 783,57 kilometer. Jalan kolektor primer 553,05 kilometer. Untuk total panjang ruas jalan jalan provinsi Riau mencapai 2.799,81 kilometer. Sedangkan panjang ruas jalan  kabupaten dan kota capai 19.773,81 kilometer.

Persentase kondisi jalan nasional di Provinsi Riau dalam kondisi baik capai sepanjang 504, 64 kilometer. Sedang dalam kondisi sedang 679,61 kilometer. Untuk yang rusak ringan sepanjang 110, 62 kilometer. Sementara jalan yang rusak berat sepanjang 41.75 kilometer.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yuliansyah menerangkan dalam rencana strategisnya. Dimana wilayah kerja dari BPJN Riau adalah ruas jalan nasional yang ada di Provinsi Riau, dengan total sepanjang 1.336,61 kilometer.

Sementara selama periode 2015-2019 memperlihatkan capaian target dalam rencana strategi pemeliharaan rutin jalan di antaranya total targetnya 6.419 kilometer dan terealisasi melebihi target sepanjang 7.189 kilometer. Berdasarkan sumber Kementerian PUPR tersebut kondisi kemantapan jalan nasional di Provinsi Riau totalnya mencapai 1.164, 56 kilometer (mantab), sedangkan sepanjang 172,05 kilometer kategori tidak mantab.

Sementara itu, jalan-jalan di kabupaten/kota di Riau belum mendapat sentuhan pembangunan. Bahkan masih terdapat ribuan kilometer belum diaspal.

Seperti di Kabupaten Kuantan Sengingi (Kuansing), dari 1.989,853 kilometer jalan,  yang sudah diaspal 1.106,01 kilometer, jalan beton sepanjang 79,87 kilometer, jalan kerikil sepanjang 681,81 kilometer, sedangkan kondisi jalan masih tanah 122,17 kilometer.

Disampaikan Kepala Dinas PUPR Kuansing Zulkarnain melalui Plt Kabid Bina Marga M Gemuruh, untuk kondisi jalan Kuansing dibagi empat kategori, masing-masing, kondisi baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat.

"Sesuai hasil survei kami, jalan yang masuk kategori baik 1.067,59 km, rusak sedang 424,03 kilometer, kondisi rusak ringan 338,43 kilometer, sedangkan jalan rusak berat 159,80,” kata Gemuruh.

Gemuruh membeberkan, jalan tergolong rusak berat di Kuansing tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Logas Tanah Darat, Kecamatan Inuman dan kecamatan Pangean. Ke depan, lanjut Gemuruh, pemerintah Kabupaten Kuansing akan terus bekomitmen untuk memperbaiki jalan Kabupaten Kuansing setiap tahunnya.

Kemudian di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) secara umum infrastruktur jalan masih tergolong rusak ringan dan sedang. Namun dibeberapa titik, perlu penanganan serius agar transportasi tidak terganggu.  "Total panjang jalan dengan status jalan kabupaten yang tersebar di 14 kecamatan dalam wilayah Inhu yakni  1.587,881 kilometer,” ujar Kadis PUPR Inhu. Arif Sudaryanto ST MT, baru-baru ini. Dijelaskannya, untuk jalan milik kabupaten diaspal dalam kondisi baik 98,582 km. Kemudian 62,351 km kondisi rusak sedang dan rusak ringan 84,971 km. Sedangkan jalan kerikil sepanjang 852,14 km. Jalan Kabupaten masih tanah sepanjang 487,834 km.

Editor : Administrator
#pupr pkpp riau #jalan rusak #jalan provinsi rusak #jalan rusak di riau