RUMBAI TIMUR (RIAUPOS.CO) - Himpunan Mahasiswa Rumbai Bersatu (Himarusa) menggelar Festival Pacu Sampan Tradisional pada 4 Agustus hingga 6 Agustus lalu di Pulau Semut, Kecamatan Rumbai Timur. Destinasi wisata Pulau Semut ini dikelola oleh warga Desa Pengambang sejak 2021.
Festival pacu sampan ini diselenggarakan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Rumbai Timur.
Ketua Umum Himarusa Septiandi Putra mengatakan, kegiatan yang telah sukses diselenggarakan ini dapat menjadi iven yang berkelanjutan dan tentunya dapat mengenalkan Pulau Semut yang berlokasi di Rumbai Timur sebagai destinasi wisata.
”Acara ini diikuti oleh empat kabupaten kota yang ada di Riau yakni Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Kuansing. Ada 32 tim di mana satu tim terdiri dari 3 orang,” jelas Septiandi, Senin (7/8).
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Masyarakat Rumbai Bersatu serta dikawal oleh pihak terkait seperti Basarnas Kota Pekanbaru, Direktorat Polisi Air Udara (Dirpolairud) Polda Riau, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pekanbaru, Dinas Kesehatan Riau dan kegiatan tersebut dibuka oleh Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun.
”Tidak hanya itu, pada tiga hari sebelum acara dimulai, Pak Menteri Parekraf Sandiaga Uno juga turut mengenalkan Pulau Semut melalui video di media sosial. Sehingga, saat acara berlangsung sangat ramai,” ungkapnya.
Septiandi memaparkan sekitar 3.000 pengunjung datang ke Pulau Sumut dan turut menggandeng UMKM sebanyak 50 pelaku usaha. ”Pemenang lomba juara I SKO Riau 2 mendapat Rp5 juta, juara II Singa Hitam Rp3 juta, dan juara III Taman Impian Wisata Okura Rp 2.5 juta. Saat penutupan ada hiburan warga yakni kuda lumping,” terangnya sambil berharap pemerintah melakukan perbaikan untuk kemajuan wisata Pulau Semut.(bay)
Editor : Administrator