PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan menelan korban jiwa, Selasa (23/1/2024). Dua anak meregang nyawa usai hanyut terbawa arus banjir yang cukup kuat. Keduanya ditemukan di aliran Sungai Kualo, Jalan Pulau Payung, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Kasat Pol Air AKP Ade Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya turut menurunkan tim bersama Polsek setempat untuk melalukan evakuasi. Dua korban masing-masing Junaidi (13) dan Muhammad Refal (13) sebelumnya sempat bermain air di sekitar lokasi banjir.
"Awalnya ada saksi di sekitar lokasi melihat ada 5 orang anak-anak sedang bermain di sekitar lokasi. Posisinya dekat anak sungai yang sudah surut. Namun kemudian hanyut ke arus yang deras. Saksi sempat juga melarang dan menyuruh kelima anak tersebut untuk segera pulang ke rumah," sebut AKP Ade.
Baca Juga: Banjir Pelalawan, Jalan Lintas Timur Desa Kemang KM 76-83 Diberlakukan Buka Tutup
Kemudian setelah beberapa menit kemudian saksi mendengar dari orang yang ada di sekitar TKP bahwa kelima anak tersebut terhanyut di aliran sungai tempat mereka bermain. Kemudian dilakukan pencarian dan pertolongan oleh orang yang berada di sekitar TKP.
Dari hasil pencarian dari 5 orang anak dapat diselamatkan 3 orang. Dua lainnya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dengan dibonceng sepeda motor Bhabinkamtibmas, satu anak langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan satu anak lagi dibawa ambulans.
Baca Juga: Surut, Kendaraan Roda Empat Sudah Diizinkan Melintasi Jalintim KM 83
"Setelah dilakukan pertolongan keduanya dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Pihak Polsek setempat, sambung AKP Ade melakukan pengurusan administrasi ke rumah sakit. Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. Atas kasus ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati. Apalagi di musim penghujan saat ini.
Baca Juga: Banjir Jalintim Tinggal 50 Cm, Pengungsi Mulai Terserang Penyakit
"Agar selalu hati-hati dan waspada. Terlebih di musim penghujan saat ini," imbaunya.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra